DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 17 Januari 2019 / 13:10 WIB

Editor Balairung Jalani Pemeriksaan, Polda Jamin Tak Ada Kriminalisasi

SLEMAN, KRJOGJA.com - Thofan Sugandi, editor berita Nalar Pincang UGM Atas Kasus Perkosaan yang memantik laporan kepolisian atas dugaan kasus perkosaan di Mapolda DIY menjalani pemeriksaan Kamis (17/1/2019). Satu setengah jam Thofan diperiksa dengan penampingan kuasa hukum dari LBH Yogyakarta. 

Yogi Zulfadli SH, Kuasa Hukum Thofan dari LBH Yogyakarta menyebut pemeriksaan dilakukan oleh penyidik selama satu setengah jam. Menurut dia, tak kurang 30 pertanyaan disampaikan pada Thofan yang hampir seluruhnya bisa dijawab dengan lancar. 

“Pemeriksaan tadi satu setengah jam mulai mulai 9.30 WIB. Jumlah pertanyaan 30-an, materinya kurang lebih sama pada Citra seputaran pemberitaan Balairung. Konten berkait proses liputan, itu yang ditanyakan penyidik. Taufan dipanggil sebagai saksi laporan Arif Nurcahyo yang melaporkan peristiwa dugaan tindak pidana perkosaan dan pencabulan,” ungkap Yogi pada wartawan usai pemeriksaan. 

Meski begitu kuasa hukum menilai adanya beberapa pertanyaan yang kurang relevan disampaikan pada pihak penulis dan editor berita dari Balairung. “Ada pertanyaan yang juga kurang relevan terkait lokasi KKN seperti apa, tidak relevan karena penulis tidak berada di sana,” sambung dia. 

Sementara tim kuasa hukum dari LBH Yogyakarta hingga saat ini belum menjalin komunikasi dengan UGM terkait kelanjutan pendampingan proses hukum tersebut. Beberapa waktu lalu, Rektor UGM Prof Panut Mulyono sempat menyampaikan siap memberikan pendampingan apabila pihak Balairung meminta. 

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto menyampaikan pemanggilan Balairung adalah dalam rangka penyidikan lantaran adanya keterangan yang diperlukan penyidik dari pihak tersebut. Kabid Humas menepis adanya upaya kriminalisasi dengan pemanggilan ke Mapolda DIY tersebut. 

“Tidak adalah, ngapain kita cari-cari kesalahan orang. Kalau pertanyaan penyidik itu dalam rangka membuat terang peristiwa itu, apakah metode seperti apa itu kan tergantung penyidik. Itu masalah persepsi saja, tidak lah kalau ada upaya itu (kriminalisasi),” tandas dia. (Fxh)