Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 16 Januari 2019 / 20:08 WIB

Kembangkan Bisnis, PT ASDP Siapkan Dana Rp 2,2 Triliun

JAKARTA.KRJOGJA.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengalokasikan dana sebesar Rp 2,2 triliun untuk investasi dan pengembangan bisnisnya di tahun 2019 ini.

"Kita akan melakukan ekspansi bisnis dan perbaikan sejumlah infrastruktur pelabuhan, termasuk untuk mengembangkan pelabuhan eksekutif di Merak yang menghubungkan ke Bakauheni," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, di Jakarta, Selasa (16/01/2019).

Menurut Ira, banyak peluang bisnis yang bisa digarap oleh ASDP di tahun 2019 ini, sehingga perlu menyiapkan dana cukup besar baik dari eksternal maupun internal, untuk menggali potensi yang ada. "Kita tak akan berhenti untuk terus mengembangkan bisnis terutama di bidang pariwisata," ujarnya. 

Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry, Djunia Satriawan menambahkan dari anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2,2 triliun tersebut, sebesar Rp 1,7 triliun berasal dari dana sendiri. Sedangkan sisanya yang Rp 500 miliar merupakan bersumber dari jasa keuangan milik BUMN, yaitu Permodalan Nasional Madani (PNM).

Adapun dana Rp 2,2 triliun yang disiapkan, sekitar Rp 880 miliar atau 40% akan dialokasikan untuk pengadaan kapal. Tahun 2019 ini  ASDP berencana mengadakan 11 unit kapal baru dari berbagai ukuran mulai 1.500 hingga diatas 5.000 DWT. 

"Kapal-kapal baru akan dioperasikan pada lintasan baru yang akan dikembangkan, maupun untuk memperkuat lintasan yang sudah ada," jelas Djunia.

Selain itu, sebagian lagi dananya akan digunakan untuk melakukan rekondisi kapal-kapal yang memang sudah saatnya untuk diremajakan, khususnya pada bagian interior sehingga tampilannya lebih oke. Selanjutnya, sekitar Rp 530 miliar atau 25% nya lagi akan digunakan untuk pengembangan dermaga di Pelabuhan Merak dan Bakauheuni.

"Kapal yang beroperasi dilintasan Merak - Bakauheuni kan terus bertambah. Disamping itu tonasenya juga besar-besar. Jadi dibutuhkan pengembangan dermaga,” ujar Djunia.

Kemudian, dana sekitar Rp 200 miliar atau 9% akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur termasuk didalamnya untuk peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM), baik di pelabuhan maupun di kapal. (Imd).