Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 17 Januari 2019 / 03:13 WIB

TERIMA BANTUAN GENSET DARI DOMPET 'KR'

Masjid Miftahul Huda Tak Dibayangi Listrik Padam

ALIRAN listrik menjadi piranti penting saat ini. Sebab kalau listrik padam semua kegiatan pasti terganggu, baik kegiatan dalam rumah tangga, perkantoran, maupun lingkungan sosial. 

"Karena itulah kami mengajukan permohonan bantuan genset ke Dompet 'KR'. Sebab sejak usai gempa aliran listrik di sini tidak stabil, bahkan sering padam. Padahal kegiatan di masjid ini padat dan jemaahnya banyak. Kalau listrik mati semua jadi kacau, " kata H Sudiarto, pengurus Takmir Masjid Miftahul Huda Jalan Dewi Sartika Kebun Turi Petobo Palu Selatan, Selasa (15/1).

Petobo termasuk wilayah yang likuifaksi di mana banyak bangunan tenggelam atau berpindah dari lokasi semula dalam keadaan rusak parah. Korban jiwa juga ribuan. Sedang Masjid Miftahul Huda hanya rusak ringan, beberapa tembok dan lantai retak. Karena itu masjid tetap aman digunakan. Namun keramik lantai aula menggelembung. 

H Sudiarto menjelaskan, kegiatan di Masjid Miftahul Huda selain salat wajib lima waktu berjemaah, juga pengajian Alquran dan kitab setiap sore dan malam. Kegiatan dibagi untuk anak tingkat TK, SD, SMP,  dan SMA. Pelaksanaannya ada yang menjelang Maghrib usai Maghrib dan setelah Isya. Materi yang diberikan sesuai dengan tingkatannya.  

Sementara itu setiap hari Minggu diadakan pengajian kitab untuk ibu-ibu. Dalam hal ini jemaah juga membawa kitab dan menulis maknanya di kitab saat ustadz membacakan kata bahasa Arab dengan artinya. Kemudian pada malam-malam tertentu diadakan pengajian umum. 

Kemudian setiap Sabtu dan Minggu sebulan sekali diadakan pesantren kilat dengan peserta para santri yang sudah mengikuti kegiatan setiap hari. Karena kegiatan diadakan dua hari full, maka pesertanya menginap di masjid, sedang kebutuhan makan dan minum ditanggung pengurus takmir masjid. Sedang di masa liburan sekolah kegiatan pesantren hingga beberapa hari. 

"Karena kami mengucapkan banyak terimakasih dengan diberinya bantuan genset ini. Dengan begitu kami tidak lagi dibayangi listrik padam dan semua kegiatan masjid bisa berlangsung tanpa kendala lampu maupun sound system, " kata Sudiarto sambil menambahkan arah kegiatan di masjid ini dibuat seperti pesantren. 

Ditambahkan, genset seharga Rp 14.000.000 ini juga akan dipinjamkan warga yang sedang punya gawe. Sedang jika para santri mengadakan outbound bisa dibawa untuk digunakan menerangi.