Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 17 Januari 2019 / 01:11 WIB

Pemkab Banyumas-Cilacap Tangani Sampah

CILACAP, KRJOGJA.com - Banyaknya residu sampah yang belum tertangani atau belum bisa dimusnahkan, menyebabkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas berupaya melakukan kerja sama dengan Pemkab Cilacap dalam penanganan hal tersebut. 

Kerja sama itu dilakukan karena Cilacap telah memiliki RDF (Refused Derived Fuel) atau pabrik pengolahan sampah yang dapat mengubah sampah menjadi bahan bakar. 

"Residu sampah yang dihasilkan Kabupaten Banyumas, jumlah cukup besar. Setiap harinya mencapai 15 truk atau setara dengan 45 ton. Selama ini sampah tersebut diolah di hanggar," ujar Bupati Banyumas  Achmad Husein, di Cilacap, Rabu (16/01/2019).

Menurutnya, hanggar yang berfungsi mengelola dan memilah sampah  dibangun di tujuh lokasi, Kecamatan Ajibarang, Wangon, Sumbang, Kalibagor, Sumpiuh, dan dua unit di Kota Purwokerto.  "Namun demikian pengolahan di hanggar masih menyisakan residu, yang tidak memiliki nilai ekonomis dan harus dibuang," lanjut Husein. 

Dikatakan, pemusnahan residu hanya bisa dilakukan dengan tiga cara, terdiri  RDF (Refused Derived Fuel) , pembakaran dengan incinerator, dan Pirolisis.  " Penggunaan  pirolisis terlalu mahal dan incinerator juga harus  dibeli. Proses kedua alat ini cukup panjang," katanya. 

Dijelaskan, sekarang ini, di Cilacap  sedang dibangun RDF dan dimungkinkan masih memerlukan tambahan residu untuk diolah di RDF Cilacap. Untuk itu, Pemkab Banyumas berupaya menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Cilacap, untuk bisa menerima residu sampah dari Kabupaten Banyumas.

Bupati Cilacap Tatto S Pamuji didampingi Plt Kepala DLH Kabupaten Cilacap Dian Setiabudhi mengatakan, dengan adanya RDF, memang sangat membantu dalam  penanganan sampah di Cilacap, karena kapasitas mesin RDF mampu menampung sampah140 ton per hari. (Otu)