Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 16 Januari 2019 / 23:20 WIB

Gelombang Panas Ekstrem di Australia, Jutaan Ikan Mati

CANBERRA, KRJOGJA.com - Warga Australia dilanda gelombang panas ekstrem yang menyebabkan suhu udara melonjak hingga hingga 12 derajat celcius lebih tinggi dari biasanya pada awal pekan ini. 

Fenomena ini merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Badan Meteorologi Australia melaporkan, temperatur di Negeri Kanguru naik di atas 40 derajat celcius pada akhir pekan dan diperkirakan akan berlangsung hingga selama sepekan. 

Prakiraan cuaca menunjukkan delapan negara bagian dan teritori Australia diperkirakan akan terpengaruh oleh gelombang panas yang terus berlanjut. "Rencanakan agar diri Anda tetap sejuk, periksa keluarga dan teman-teman, dan ikuti saran dari otoritas kesehatan setempat," demikian disampaikan Biro Meteorologi Australia melalui media sosial yang dikutip oleh CNN, Rabu (16/1/2019).


Sekira dua pekan lalu, gelombang panas ekstrem menyebabkan peringatan kebakaran setidaknya di tiga negara bagian dan mengakibatkan kekeringan hebat di seluruh negeri.

Kota di barat laut Australia, Marble Bar, kini memiliki suhu di atas 40 derajat celcius selama 22 hari berturut-turut, bahkan hampir mencapai 50 derajat celcius.

Temperatur tinggi juga berdampak pada kehidupan satwa liar. Di Lembah Sungai Murray-Darling sebelah tenggara, lebih dari satu juta ikan mati dan terbawa ke tepian sungai.

Menteri Industri Primer di negara bagian New South Wales, Niall Blair, mengatakan kematian dari hewan laut diperkirakan akan semakin banyak terjadi dalam beberapa hari mendatang karena suhu yang terus meningkat, menurut media setempat.

Suhu udara yang ekstrem itu juga berdampak pada para kontestan turnamen tenis Australia Open yang akan bertanding di tengah cuaca panas. (*)