DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 16 Januari 2019 / 20:51 WIB

Pasar Bendungan Beroperasi Akhir Januari

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo optimis akhir Januari 2019 Pasar Bendungan, Kecamatan Wates bisa beroperasi. Untuk keperluan tersebut dinas saat ini masih terus melakukan penataan zonasi bagi para pedagang.

Kepala Disdag setempat Drs Krissutanto menegaskan dari sisi fisik bangunan, Pasar Bendungan sudah dapat digunakan. Namun karena masih melakukan zonasi maka proses boyongan para pedagang dari tempat relokasi ke pasar yang hangus terbakar pada 2016 silam tersebut belum dapat dilaksanakan.

"Pasar belum bisa dioperasikan karena masih ploting zonasi pedagang. Mudah-mudahan akhir Januari sudah siap dan beroperasi. Saat ini kami tinggal koordinasi saja dengan asosiasi pedagang Pasar Bendungan," ucap Krissutanto.

Menurutnya zonasi penting untuk mengelompokkan para pedagang sesuai jenis usaha mereka yang meliputi pedagang pakaian, kelontong dan sayur mayur. Saat ini desain untuk zonasi sedang dalam proses pembuatan oleh Disdag dengan melibatkan para pedagang untuk memberi usulan.

Dalam proses zonasi pihaknya memang mengalami kendala terkait perbedaan jumlah pedagang. Di Pasar Bendungan yang lama, jumlah pedagang di sektor timur 66 kios dan 158 los.

Saat ini yang terdata sebanyak 25 kios dengan 96 los. Kemudian di sektor barat yang dulunya 108 kios dan 424 los berubah jumlahnya menjadi 75 kios dan 339 los di lantai bawah serta 71 kios dan 229 los di lantai atas.

"Kami harus menyikapi kondisi tersebut. Kami sudah koordinasi dengan asosiasi pedagang pasar, mudah-mudahan hasilnya sudah mengerucut dan dapat disepakati," tuturnya.

Menanggapi zonasi pedagang Pasar Bendungan, Wakil Ketua DPRD Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono mengingatkan Disdag agar dalam proses zonasi tersebut tidak menimbulkan polemik yang bisa menghambat perkembangan usaha para pedagang di Pasar Bendungan. Dalam menyambut beroperasinya New Yogyakarta Intenational Airport (NYIA) pada April 2019 mendatang, Pasar Bendungan perlu dikemas semenarik mungkin.

Produk khas Kulonprogo diharapkan dapat ditampilkan di pasar tersebut. Sehingga mampu menarik minat wisatawan yang berkunjung. (Rul)