Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 16 Januari 2019 / 20:23 WIB

Kemendikbud Bakal Terapkan Zonasi Guru

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbd) akan menerapkan sistem zonasi pada guru.

"Jika ada empat SMPN, biasanya guru-guru menumpuk di satu sekolah. Maka akan kami alihkan sebagian ke sekolah yang kekurangan guru," ungkp Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Supriano di Jakarta Rabu (16/01/2019).

Menurut Supriano penerapan sistem zonasi untuk guru ini ditujukan agar meruntuhkan label sekolah favorit dan tidak favorit. Sebab, selama ini guru-guru banyak yang menumpuk di sekolah favorit.

Dia menambahkan ke depannya juga akan terjadi pertukaran guru sesuai kebutuhan. Guru yang terbiasa mengajar di sekolah favorit bisa megajar di sekolah non favorit. Begitu juga sebaliknya.

Karena itu, kata Supriano Kemendikbud pun akan berupaya meningkatan kualitas proses pembelajaran dengan mengadakan pelatihan untuk para guru dengan sistem zonasi yakni dengan memperhatikan masalah dan kebutuhan masing-masing wilayah.
"Ke depannya sekolah negeri akan setara dalam kualitas.Sistem zonasi ini akan mulai disosialisasikan pada Januari hingga Mei 2019."

Kemendikbud telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2019/2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa PPDB tahun 2019 merupakan bentuk peneguhan dan penyempurnaan dari sistem zonasi yang sudah dikembangkan. 

"Sistem zonasi ini akan menjadi cetak biru yang digunakan oleh Kemendikbud dalam upaya untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di pendidikan, khususnya di sektor pendidikan formal dan nonformal. Kemudian juga untuk mencari formula penyelesaiannya. Sekaligus juga mencari jalan penyelesaian masalah-masalah itu secara terintegrasi, secara menyeluruh,"ujar Mendikbud. (Ati)