Olahraga Editor : Ivan Aditya Rabu, 16 Januari 2019 / 17:35 WIB

KEJURNAS BASKET KU-14 DAN KU-16

Dikalahkan DKI, Putri DIY Gagal ke Final

MEDAN, KRJOGJA.com - Tim basket putri DIY gagal melangkah ke final dalam Kejurnas basket KU-14 dan KU-16 tahun  2019. Bertanding di GOR Universitas Prima Indonesia (UPI) Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (16/01/2019) kemarin putri DIY yang turun di KU-16 tahun putri,  harus mengakui keperkasaan tim basket putri DKI Jakarta di babak semifinal dengan skor 51-58.

Tim basket putri DIY masih akan tampil sekali lagi guna berebut tempat ketiga  Kamis (17/01/2019) hari ini menghadapi tim basket yang kalah di semifinal lainnya, antara tim basket putri Jawa Timur (Jatim) melawan Jawa Barat (Jabar).

“Kami minta maaf atas kegagalan putri DIY ke final. Faktor kekalahan putri DIY dari DKI Jakarta, karena akurasi penampilan para pemain putri DIY menurun. Tapi kalau mengenai  total rebound dan attempt DIY  mampu mengungguli  DKI Jakarta. Hanya saja kita kalah produktif dalam mencetak poin ketimbang lawan,” ujar Andreas Candra Wibowo (Kobo)  yang dihubungi KRJOGJA.com di Medan.

Dalam laga semifinal kemarin, putri DIY yang diarsiteki duet pelatih Rinto Widyanto dan Triadji Adi Putro  pada kuarter pertama sempat memberikan perlawanan ketat pada putri DKI Jakarta. Itu terbukti pada kuarter ini, kedua tim sempat berbagi angka imbang 17-17.

Tapi memasuki kuarter kedua, putri DIY yang diperkuat Aimee Tampu Franciencee dan kawan-kawan selalu ketinggalan poin dengan 21-35. Begitu pula di kuarter ketiga, putri DKI masih menjauh dalam perolehan  poin, sehingga unggul lagi atas putri DIY 44-36.

Mengakhiri pertandingan pada kuarter keempat, putri DIY masih belum mampu mengejar ketinggalan hingga usai laga dan kembali takluk dengan agregat tujuh poin, 51-58. Sementara itu, Ketua umum (Ketum) Pengda Perbasi DIY Yoseph Junaidi yang dihubungi secara terpisah mengatakan, kegagalan putri DIY melaju ke final karena lawan DKI di semifinal memang berat.

“Prediksi saya kalau menang lawan putri DKI, dipastikan putri DIY bisa juara. Anak-anak sudah bermain luar biasa, masuk semifinal saja sudah merupakan prestasi yang luar biasa,” papar Junaidi.

Menurut Junaidi, kegagalan putri DIY ke final juga dikarenakan persiapan yang minim, sedikitnya waktu berlatih bersama menuju kejurnas. “Yang jelas anak-anak yang tampil di kejurnas KU-16 tahun ini, mereka masih pelajar yang lolos di Popwil, sehingga kita songsong Popnas atau kejurnas basket mendatang,” terang Junaidi. (Rar)