DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 16 Januari 2019 / 15:09 WIB

Mahasiswa Praktik Membuat Biakan Murni Agensia Hayati

YOGYA, KRJOGJA.com - Sering dengan kemajuan pengetahuan kesehatan, masyarakat menghendaki produk pertanianyang aman konsumsi dan memenuhi keperluan gizi serta ramah lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut, perlu praktik budidaya ramah lingkungan dengan mengurangi masukan senyawa kimia seperti pupuk dan pestisida sintetis.

Dalam menangani gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT), mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, dituntut memiliki kompetensi melakukan pengendalian berwawasan lingkungan. Diantaranya  dengan memanfaatkan organisme yang bersifat predator, parasit, dan patogen terhadap hama atau penyakit tanaman.

Untuk itu dilakukan eksplorasi mikroorganisme yang bersifat entomopatogen atau antagonis terhadap OPT. Diantaranya jamur Metarhizium anisopliae, Beuveria baciana, Trychoderma hazianum dan nematoda yang sering disebut dengan istilah agensia hayati.

Selanjutnya dilakukan identifikasi, permurnian terhadap organisme entomopatogen dalam bentuk biakan murni sesuai kaidah postulat Koch. “Sebagai penilaian penguasaan kompetensi, mahasiswa Polbangtan YoMa wajib menyerahkan satu tabung biakan murni agensia hayati,” tutur Fuji sebagai mahasiswa. (*)