DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 16 Januari 2019 / 10:10 WIB

FEBRUARI 2019 PENGAJUAN PENENTUAN LOKASI

Tol Yogya-Solo Jangan Rusak Situs Purbakala

YOGYA, KRJOGJA.com - Rencana pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo terus bergulir. Namun usulan penentuan lokasi trase-trase yang bakal dilalui baru akan diajukan kepada Pemerintah Pusat pada Februari 2019 mendatang. 
Lokasi trase-trase yang akan dilalui Jalan Tol Yogyakarta-Solo tersebut diharapkan jangan sampai mematikan perekonomian masyarakat di sekitarnya dan tidak merusak situs-situs peninggalan sejarah ataupun purbakala yang ada di sepanjang jalur yang akan dilewati khususnya di wilayah DIY.

Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Program Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi menegaskan, kehadiran Tol Yogya-Solo memang tidak boleh mengganggu roda perekonomian masyarakat sekitar dan jangan sampai merusak situs-situs purbakala yang tersebar di area tersebut.

"Pesan khusus ini sudah kami sampaikan kepada Pemerintah Pusat, tetapi memang belum ditetapkan trase-trase yang akan dilalui. Penentuan lokasi atau trase baru akan diajukan kepada Pemerintah Pusat pada Februari 2019 nanti," kata Rani di kantornya, Gedung Pracimasono Kepatihan Yogyakarta, Selasa (15/1).

Rani mengungkapkan, pembangunan Tol Yogyakarta-Solo tersebut juga harus menyesuaikan simpul-simpul keluar-masuk yang bisa diakses masyarakat sekitar dengan tata ruang di DIY. Sebab, pihaknya tidak mengetahui dengan pasti letak situs-situs purbakala yang banyak tersebar di wilayah Timur dan Selatan DIY, yang rencananya bakal dilalui jalur Jalan Tol yang menghubungkan wilayah DIY dengan Jawa Tengah (Jateng) melalui Solo tersebut.
 
"Simpul keluar-masuk jalan tol bagi masyarakat di sekitarnya harus tetap mengacu pada tata ruang di DIY. Kita tidak tahu di dalamnya semisal kalau ditetapkan trasenya ternyata ditemukan situs purbakala, maka trase tersebut harus bergeser. Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X juga sudah berbicara di wilayah DIY sebelah Timur dan Selatan itu banyak situs purbakala, tetapi kita tidak tahu area pastinya di mana saja. Untuk itu, trase harus bergeser kalau ketemu situs," ujar mantan Plt Sekda DIY ini.

Mantan Kepala Dinas PUP-ESDM DIY itu juga mengaku mengetahui PT Adhi Karya (Persero) Tbk telah mengajukan diri dan mengincar sebagai pemrakarsa pembangunan Tol Yogya-Solo kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal tersebut dimungkinkan dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sehingga badan usaha sebagai pemrakarsa bisa mengajukan desain, feasibility study hingga market sounding.
 
"Kami sudah mendengar kalau PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengajukan diri dalam mengerjakan proyek Jalan Tol Yogyakarta-Solo tersebut. Pemda DIY sendiri masih menunggu hasil lelang proyek pembangunan yang dilakukan Pemerintah Pusat," imbuh Sekda DIY Gatot Saptadi. 

Gubernur DIY juga sudah memberikan arahan dan pesan terkait rencana pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo apabila diarahkan ke Selatan maka harus memperhatikan situs-situs purbakala yang ada. Sebab di wilayah tersebut banyak situs peninggalan sejarah, jadi trase-trase yang akan dilalui harus tetap berpedoman terhadap arahan tersebut, dilengkapi simpul-simpul keluar-masuk yang bisa diakses masyarakat. (Ira)