DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 16 Januari 2019 / 08:34 WIB

BPBD Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan

YOGYA, KRJOGJA.com - Peningkatan intensitas hujan yang terjadi di wilayah DIY dalam beberapa minggu terakhir, mengharuskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY untuk mengintensifkan koordinasi dengan kabupaten/kota maupun stakeholders terkait. Koordinasi dilakukan selain sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan juga mendorong peran Forum Pengurangan Resiko Bencana dan Destana/Katana untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat.

Lewat sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat bisa lebih siap dalam menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi, pada saat musim penghujan seperti sekarang. Sehingga mereka bisa memahami potensi bahaya yang ada di kawasan masing-masing serta langkahlangkah yang harus dilakukan.

Kalau dilihat dari prediksi BMKG, dimana pada musim penghujan kali ini diperkirakan sekitar 63 % wilayah DIY terjadi hujan normal dan sekitar 37 % potensi hujan di bawah normal. Sedangkan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dasarian (10 harian) kedua dan ketiga.

“Semoga saja tidak ada hujan ekstrem seperti pada November 2017 sebagai dampak dari adanya Siklon Cempaka. Kendati belum terdeteksi adanya gangguan cuaca, masyarakat tetap perlu mewaspadai hujan deras yang datang tiba-tiba disertai angin kencang,” kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana MSi.

Biwara mengungkapkan, antisipasi terhadap bencana alam akan bisa dilakukan secara optimal apabila semua pihak termasuk masyarakat bisa proaktif. Menyadari akan hal itu, selain memantau perkembangan kondisi, sejumlah koordinasi dan persiapan terus dilakukan tentunya dengan melibatkan BPBD Kabupaten/Kota maupun instansi terkait.

Salah satu bentuk dari antisipasi tersebut adalah melakukan pengecekan terhadap perangkat Early Warning System( EWS) yang ada di kawasan rawan longsor maupun di sepanjang sungai. “Bahkan supaya hasilnya optimal, kami juga mengkondisikan masyarakat agar waspada terhadap gejala-gejala yang menggambarkan adanya potensi banjir dan longsor,” ujarnya.

Mengaktifkan pos pemantauan longsor dan sarana komunikasi serta komunitas radio komunikasi yang ada menjadi salah satu cara efektif untuk memudahkan koordinasi saat terjadi bencana. Sehingga informasi yang krusial bisa lebih cepat sampai ke masyarakat.

“Bila terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrem seperti hujan disertai angin kencang. Alangkah baiknya apabila masyarakat mengurangi aktivitas di luar. Hindari berteduh di bawah pohon, dekat baliho atau di bawah bangunan yang tidak kokoh,” terang Biwara. (Ria)