DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 15 Januari 2019 / 20:27 WIB

Ribuan APK Melanggar Ditertibkan

YOGYA, KRJOGJA.com - Bawaslu Kota Yogya memberikan kepercayaan kepada lembaga pengawas di wilayah, terutama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk melakukan mekanisme penertiban Alat Peraga Kampanye (APK). Langkah tersebut sekaligus untuk mempercepat pengawasan seiring meningkatnya pelanggaran pemasangan APK.

”Sebelum aksi penertiban, APK yang melanggar harus kita rekomendasikan terlebih dahulu. Kalau dulu rekomendasinya kita satukan di tingkat kota baru kemudian dilimpahkan ke masing-masing kecamatan. Namun sekarang kita balik, kecamatan bisa langsung memberikan rekomendasi,” kata Ketua Bawaslu Kota Yogya Tri Agus Inharto.

Meski Panwascam bisa memberikan rekomendasi, namun aksi penertiban tetap dilakukan bersama aparat kepolisian dan Satpol PP setempat. Sebelumnya, pemilik APK yang diketahui melanggar Perwal 55/2018 terlebih dahulu diberikan waktu untuk menertibkan secara mandiri. Jika dalam tempo 1x24 jam tidak ditertibkan, maka petugas akan menertibkan secara paksa.

Tri Agus Inharto berharap, dengan mekanisme pengawasan yang lebih cepat tersebut maka potensi pelanggaran pemasangan APK bisa semakin ditekan. ”Saya juga berharap, dalam kurun waktu sepuluh hari minimal ada satu kecamatan di Kota Yogya yang bergerak melakukan penertiban APK melanggar,” tandasnya.

Khusus di Kecamatan Mergangsan, total APK yang hendak ditertibkan mencapai 320 unit. Sebagian besar berupa reklame jenis rontek yang dipasang di pergola, tiang listrik, tiang telepon, serta dipaku di pohon.

Selain Kecamatan Mergangsan, wilayah lain yang siap melakukan penertiban ialah Gondukusuman dan Gondomanan. Sementara total APK yang berhasil ditertibkan oleh Bawaslu dan jajaran di bawahnya mencapai 1.657 buah.

”Seluruh APK yang ditertibkan, kami sita. Pemiliknya bisa mengambil kembali di Panwascam masingmasing serta memasangnya lagi asalkan di lokasi yang tidak melanggar aturan,” jelas Tri Agus Inharto.

Mendekati pemilihan suara pada 17 April 2019 mendatang, diakuinya potensi pelanggaran pemasangan APK semakin tinggi. Oleh karena itu, jika tidak rutin ditertibkan dapat menjadi sampah visual serta mengganggu estetika kota. (Dhi)