Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Selasa, 15 Januari 2019 / 18:30 WIB

Kepemimpinan Berperan Ciptakan Inovasi Sekolah

SLEMAN, KRJOGJA.com - Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas menjadi dambaan semua pihak. Inovasi merupakan jalan yang harus ditempuh untuk mewujudkan pendidikan berkualitas tersebut. Namun dalam kenyataannya kadang terjadi ketidakharmonisan, sehingga diperlukan berbagai upaya untuk menemukan pola dan sinergi positif antarberbagai elemen.

Demikian dikatakan Direktur Utama Laboratorium Klinik Parahita sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Mohammad Sulthon Amien saat mempertahankan disertasinya dihadapan tim penguji dalam ujian terbuka promosi doktor di Auditorium lt.5 Gedung Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM, Jalan Teknika Utara Pogung Yogyakarta, Selasa (15/1/2019). Selaku Promotor Prof Dr Muhadjir Darwin MPA, Ko-Promotor Prof Suyanto PhD dan Dr Agus Heruanto Hadna MSi. Disertasi Sulthon berjudul 'Inovasi Implementasi Standar Nasional Pendidikan (SNP): Peran Kepemimpinan dan Budaya Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Sekolah'.

Menurut Sulthon, pemerintah mencanangkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai kebijakan strategis dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang sesuai perkembangan zaman, menjamin kesempatan pemerataan pendidikan. Untuk mewujudkan pemenuhan SNP, pemerintah mendorong berbagai inovasi antara lain melalui akreditasi, program percepatan (akselerasi), sekolah bertaraf internasional (SBI) dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), pendidikan inklusif dan pendidikan karakter.

"Seiring upaya pemerintah mendorong inovasi di bidang pendidikan, muncul sekolah negeri dan swasta, khususnya sekolah alam yang menangkap peluang. Yaitu Sekolah Alam Jawa Timur (Sejati), salah satu sekolah yang menyediakan layanan pendidikan inovatif dan kreatif," ujar Sulthon. 

Dijelaskan Sulthon, inovasi yang coba dibangun di SD Sejati sejak berdiri adalah dengan menumbuhkan budaya kenyamanan pada anak dalam belajar dan pemberian peran orangtua untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Kemudian pemanfaatan lingkungan terdekat sebagai media pembelajaran serta pengintegrasian kecakapan hidup dengan memanfaatkan media dan teknologi informasi. "Kepemimpinan mempunyai peran signifikan dalam inovasi sekolah serta efektif membentuk budaya yang mendorong capaian akademik," tutur Sulthon yang juga pemilik Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) di Surabaya.

Lebih lanjut dijelaskan Sulthon, pemimpin Sejati berupaya menjalankan perannya dalam membentuk budaya yang mendorong inovasi dan peningkatan kualitas sekolah. Pendidik senantiasa didorong untuk belajar dan berbagi melalui pertemuan, pelatihan dan lokakarya. Guru dimotivasi menemukan produk, cara, program dan metode baru untuk peningkatan kualitas pembelajaran. (Dev)