DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 15 Januari 2019 / 17:10 WIB

Tak Terima Lagu Diplesetkan untuk Kampanye, Juki Kill The DJ Lapor ke Polda

SLEMAN, KRJOGJA.com - Marzuki Muhammad aka Juki Kill The DJ Selasa (15/1/2019) sore melapor ke Mapolda DIY. Pentolan Jogja HipHip Foundation (JHF) tersebut melaporkan akun instagram dan twitter Cak Khum yang menyebarkan video berisi pengubahan lagu milik Juki berjudul Jogja Istimewa. 

Kepada wartawan, Juki mengungkap memilih jalur hukum untuk melaporkan akun tersebut lantaran menyebarkan video plesetan lagu Jogja Istimewa yang diciptakannya pada 2010 lalu. Terlebih, menurut Juki, lagu tersebut tak dengan tegas tak diperbolehkannya digunakan untuk kampanye pemilihan presiden 2019. 

“Saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapapun, lagu Jogja Istimewa digunakan untuk kampanye pilpres baik untuk pasangan 01 atau 02. Sebagian besar warga Jogja pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti lirik lagu itu untuk tujuan lain termasuk komersil apalagi kampanye politik,” ungkapnya pada wartawan. 

Juki Kill The DJ saat melaporkan dugaan pelanggaran UU ITE dan Hak Cipta ke Mapolda DIY. (Harminanto) 

Awalnya Juki mengaku sempat menunggu adanya permintaan maaf di sosial media terkait unggahan dan penggubahan lagu Jogja Istimewa tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada permintaan maaf dari pihak yang bertanggungjawab atas penggubahan tersebut. 

“Tuntutan awal dari kemarin ada permintaan maaf resmi, karena nggak ada dan saya tahu dari media sosial pengaduannya ya apa yang terjadi di media sosial. Yang dilaporkan itu ada watermark akun yang menyebarkan pertama kali itu yang perlu saya laporkan Cak Khum. Setelah itu ditelusuri siapa yang mengganti liriknya saya pasrahkan kepada hukum,” ungkap Juki. 

Sementara kuasa hukum Juki, Hillarius Ngaji Mero SH mengaku ada dua hal yang menjadi dasar pelaporan akun media sosial tersebut ke Polda DIY. Pihak kuasa hukum menilai adanya dugaan pelanggaran UU ITE dan Undang-Undang Hak Cipta menjadi acuan maju ke ranah hukum. 

“Kami buat laporan ke Polda DIY dan nantinya kami pasrahkan penyidik mencari pelaku karena kami yakin polisi mampu dan punya sumber daya. Kami laporkan adanya dugaan pelanggaran UU ITE dan hak cipta, ada dua pasal dengan ancaman 4 tahun dan 9 tahun,” tandas dia. 

Dalam video yang disebarkan melalui akun Cak Khum tersebut, diketahui lagu Jogja Istimewa diubah liriknya menyebut dukungan untuk pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Lirik lagu yang seharusnya berisi Jogja Jogja Jogja Istimewa, Istimewa Negerinya Istimewa Orangnya diubah menjadi Jogja Jogja Jogja Istimewa, Prabowo Sandi Pilihan Kita. Jogja Jogja Jogja Istimewa, Adil dan Makmur Tujuan Kita. (Fxh)