Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 15 Januari 2019 / 13:21 WIB

Pascabencana Menjadi Tahapan Penting, Ini Penjelasannya

JAKARTA, KRJOGJA.com - Penanganan pascabencana menjadi tahapan penting untuk kehidupan penyintas bencana.

"Bencana itu bisa dimitigasi, penanganan pascabencana menjadi tahapan penting bagi para penyintas atau korban yang selamat dari bencana untuk menentukan apakah mereka dapat kembali ke kehidupan normal (build back), menjadi lebih baik (build back better), atau bahkan menjadi lebih terpuruk (collapse)," ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti dalam diskusiPenanganan pascabencana di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi, Selasa (15/1 2019).

Menurut Tri Nuke selama ini perencanaan pemulihan pascabencana lebih banyak difokuskan pada aspek infrastruktur fisik. Padahal, aspek sosial tidak dapat ditinggalkan mengingat penyintas bencana merupakan kelompok yang terdampak langsung dan selanjutnya harus berusaha pulih setelah bencana. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemulihan pascabencana, khususnya terkait dengan tempat tinggal dan sumber penghidupan, dengan menggunakan pendekatan people-centered. 

"Pendekatan ini  mengutamakan aspek penduduk dengan mempertimbangkan kebutuhan penduduk dan optimalisasi potensi lokal yang ada untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana,” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti. 

Pengabaian terhadap karakteristik lokal dan partisipasi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana akan menyebabkan munculnya risiko baru akibat kegagalan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan fisik, sosial, ekonomi, dan budaya yang baru setelah terjadinya bencana. 

Hasil kajian ini menegaskan bahwa permasalahan dalam penanganan pascabencana memerlukan kajian yang terintegrasi dan multidisiplin dengan menempatkan ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan alam. “Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI sedang membangun Pusat Kebencanaan yang akan memfasilitasi berbagai kajian kebencanaan dengan menekankan pada koordinasi kegiatan penelitian sehingga memberikan hasil yang optimal untuk pengelolaan bencana,” ujar Nuke. (Ati)