Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Selasa, 15 Januari 2019 / 00:51 WIB

Kaji Data CVR Lion Air JT 610 PK LQP Butuh Waktu Lama

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku senang atas pencapaian Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang berhasil menemukan alat perekam radio (Cockpit Voice Recorder/VCR) milik pesawat Lion Air JT 610.
 
Dia mengatakan, butuh waktu sekitar 1 tahun untuk mengeksplorasi data yang merekam penyebab kecelakaan pesawat tersebut.
 
Budi menilai KNKT dan TNI AL secara all out dalam pencarian CVR. Apresiasi kian diberikan karena pada proses pencarian sebelumnya yang melibatkan konsultan dan kapal milik asing, belum membuahkan hasil.
 
"Sekarang ini saya bangga justru karena ini menggunakam KRI AU. Oleh karena itu saya mengapresiasi atas apa yang ditemukan oleh KNKT bersama TNI AU," ungkap dia dalam keterangannya, Senin (14/1/2019).
 
"Ini memberikan suatu makna bagi upaya kita menemukan penyebab dari kecelakaan ini," tambah dia.
 
CVR yang dimaksud merupakan bagian dari kotak Hitam pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610. CVR ditemukan oleh Kapal Bantu Hidrogen Oseanografi (KRI) Spica-934 pada Senin 14 Januari 2019, dengan mengarahkan sebanyak 18 penyelam Dislambair Koarmada dan 3 orang Kopaska.
 
Lebih lanjut, Budi Karya Sumadi mengatakan, butuh waktu sekiranya 1 tahun untuk bisa mengkaji kompleksitS data yang ada di dalam CVR dan menganalisis penyebab terjadinya kecelakaan.
 
"Tapi sebenarnya saru penemuan ini hasilnya baru bisa diketahui dalam waktu satu tahun. Akhirnya 1 tahun nanti kita lihat bagaimana kualitas data yang ditentukan, bisa dieksplorasi jadi suatu data," ujar dia.(*)