Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 14 Januari 2019 / 18:51 WIB

TERIMA BANTUAN PEMBACA 'KR'

Nelayan Kerapu Super Melaut Lagi

DESA Meli Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah sebenarnya tidak berada di pinggir laut. Meski begitu banyak warganya yang bermatapencaharian sebagai nelayan. 

Karena itu mereka juga terdampak bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 lalu. "Karena terkena tsunami, ketinting atau mesin perahu kami pada rusak. Untuk perahunya alhamdulillah bisa terselamatkan. Namun karena sejumlah mesin rusak dan sudah tidak bisa diperbaiki, beberapa nelayan di antara kami selama ini tidak bisa melaut," kata Daud, Ketua Kelompok Nelayan Kerapu Super Desa Meli kepada 'KR', Senin (14/1/2019).

Karena itulah Tim Dompet 'KR' membantu mereka 5 unit ketinting. Menurut Daud, kelompok nelayannya memiliki 15 unit perahu. Tetapi yang 5 unit mesinnya rusak.  Sedang lainnya masih bisa dipergunakan. 

"Karena itu mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dengan diberinya lima unit mesin ketinting. Karena dengan begini kami semua bisa melaut lagi untuk mencari rezeki. Semoga Allah juga memberi rezeki yang banyak Dan penuh berkah kepada para dermawan pembaca 'KR'. Kami sendiri tidak bisa membalas dengan apapun, " kata Daud didampingi Kades Meli, Moh Kasim Alwi Lamboka. 

Ahdan dan Haris,  nelayan anggota Kelompok Nelayan Kerapu Super, menambahkan, perahu yang lengkap dengan mesinnya memang termasuk peralatan penting bagi mereka. Sebab kehidupan mereka tergantung dari hasil melaut.  Dari penjualan ikan hasil melaut inilah mereka menghidupi keluarga. "Karena itu kami merasa senang sekali menerima bantuan ini. Sebab tepat sesuai dengan barang yang kami butuhkan," kata Ahdan dan Haris. 

Sedang jarak Desa Meli dengan Pantai Walandano Kecamatan Balaesang Tanjung sekitar 2 km. Desa mereka dilewati jalan Trans Sulawesi Poros Palu-Sabang. Untuk wira-wiri ke pantai mereka menggunakan motor.  (Fie)