DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 14 Januari 2019 / 13:27 WIB

Posisi Kubah Lava Stabil

YOGYA, KRJOGJA.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat terjadi enam kali guguran lava Gunung Merapi ke arah hulu Kali Gendol, sejak pukul 19.50 hingga 21.21 WIB, Minggu (13/01/2018). Jarak luncurnya antara 200-600 meter berdurasi 35-86 detik. Sebelumnya juga tercatat dua kali guguran lava pada Minggu dini hari.

Dalam laporan resmi BPPTKG yang disusun oleh Heru Suparwaka mengatakan, guguran lava pijar pada Minggu dini hari terjadi pada pukul 2.34 WIB dengan jarak luncur maksimal 400 meter. Kemudian dari pengamatan mulai pukul 00.00-06.00 teramati adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal setinggi 50 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

“Dari aktivitas kegempaan tercatat 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 2,5 sampai 25 milimeter, berdurasi 8,6 sampai 40,2 detik,” kata Heru Suparwaka.

Sebelumnya, Kepala BPPTKG Yogyakarta Dr Hanik Humaida mengatakan, guguran lava masih akan terjadi selama masih ada pertumbuhan kubah lava di gunung teraktif di Indonesia itu. “Selama kubah lava masih tumbuh, guguran masih akan terjadi,” kata Hanik.

Sedangkan data volume kubah lava Merapi sampai 10 Januari 2019 sebanyak 439.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 3.400 meter kubik per hari (kategori rendah). Kondisi kubah lava stabil. Mengacu pada data aktivitas vulkanik Merapi, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian. (Dev)