DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 14 Januari 2019 / 02:35 WIB

Baitul Arqam PRM Tamantirto Utara

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto Utara (‘Mutiara’) menyelenggarakan Baitul Arqam 1440 H Sabtu-Minggu (12-13/1) di Gedung Pusbang Muhammadiyah Kaliurang Sleman Yogyakarta.
 
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Majlis Kader PCM Kasihan Edi Supriyono, S.E., M.M. Ada 50 anggota pimpinan ranting yang mengikuti acara tersebut sebagai bentuk komitmen kepada gerakan Muhammadiyah.
 
Ali Muhammad, Ph.D. selaku Ketua Ranting Muhammadiyah Tamantirto Utara menyampaikan bahwa selama Baitul Arqam kita semua akan mendapatkan injeksi setidaknya dalam 3 hal. Pertama, masalah pengelolaan keorganisasian, kedua masalah peningkatan pengetahuan keagamaan dalam Muhammadiyah. Dan juga tidak kalah penting, yang ketiga adalah tentang ideologi ber-Muhammadiyah. Ketiga aspek ini diharapkan dapat meningkatkan ghirah ber-Muhammadiyah sebagaimana tema yang diambil dalam kegiatan Baitul Arqam “Memperkokoh ideologi Muhammadiyah bagi pimpinan persyarikatan yang berkemajuan.”
 
Edy Supriyono dalam sambutannya mengatakan bahwa hal penting yang tidak akan lepas dari pengertian ideologi Muhammadiyah, yaitu: Faham Islam menurut Muhammadiyah, Hakikat Muhammadiyah, dan Kebijakan visi misi serta perjuangan mencapai cita-cita Muhammadiyah.
 
Materi yang disajikan dalam rangka penguatan ideologi Muhammadiyah diberikan oleh Ustad H. Ghofar Ismail, S.Ag., M.Ag. dan Ustad H. Jamaludin Akhmad, S.Psi.
 
Ghofar Ismail menegaskan bahwa ideologi itu adalah satu keyakinan. Apa yang kita yakini dalam Muhammadiyah untuk mencapai cita-cita dalam mengimplementasikan u’budu, penyerahan diri, dan ibadah kepada Alloh SWT maka kitakita  terorong untuk menggerakkan Muhammadiyah mencapai cita-cita.
 
Sementara Shalihudin Akhmad menyampaikan bahwa ketika kita melihat cabang dan ranting unggulan pasti mereka banyak berkorban untuk meraihnya. Pengorbanan dalam bentuk kerja keras, meluangkan waktu, tenaga, dan juga tidak sedikit dana. Selain itu pasti ada ciri khasnya, yaitu pasti ada seseorang yang berani berkorban melakukan hal itu dalam membangun kolegialitas dan komitmen keorganisasian Muhammadiyah.
 
Adapun dua materi berikutnya disampaikan Ustad Solihudin, S.Ag., M.Ag. dan Ustad Ananto Isworo, S.Ag. yang mengupas masalah tuntunan ibadah dalam Muhammadiyah dan Organisasi Muhammadiyah. (*)