Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 13 Januari 2019 / 12:37 WIB

2018, Ada 9 ASN Sukoharjo Ajukan Perceraia

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Jumlah aparatur sipil negara (ASN) Sukoharjo yang mengajukan cerai pada tahun 2018 ada sebanyak sembilan orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding 2017 ada 11 orang dan tahun 2016 ada 13 orang. Pengajuan perceraian dilakukan para ASN ke Pemkab Sukoharjo karena berbagai alasan salah satunya sudah tidak ada lagi kecocokan dengan pasangan.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo Joko Triyono Minggu (13/1) mengatakan, sebanyak sembilan ASN yang mengajukan perceraian tersebut terhitung sejak Januari - Desember 2018. Para ASN mengajukan sendiri melakukan perceraian ke Pemkab Sukoharjo melalui BKPP. Berkas yang masuk dari ASN kemudian dilakukan proses. Salah satunya yakni dengan melakukan mediasi terhadap ASN dan pasanganya.

Para ASN yang mengajukan perceraian berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lainnya. Sebelum diajukan ke Pemkab Sukoharjo masing masing ASN terlebih dahulu meminta izin pada pimpinan OPD.

ASN memiliki hak sama untuk pengajuan cerai ke Pemkab Sukoharjo karena berbagai alasan. Pemkab Sukoharjo yang menerima berkas kemudian melakukan tahapan sebelum mengeluarkan izin.

"Jumlah ASN Sukoharjo yang mengajukan cerai terus mengalami penurunan. Pada 2018 ada 9 orang, 2017 11 orang dan 2016 ada 13 orang," ujarnya.

Berbagai alasan cerai yang diajukan para ASN seperti sudah tidak ada lagi kecocokan dalam rumah tangga, sering bertengkar, pisah ranjang dengan pasangan dan lainnya. Namun dari yang paling banyak dipakai alasan ASN mengajukan cerai yakni sudah tidak ada lagi kecocokan dengan pasangan.

"BKPP sudah memproses pengajuan cerai dan telah melakukan mediasi terhadap ASN dan pasangannya. Tapi ASN bersangkutan tetap bersikukuh meminta cerai," lanjutnya. (Mam)