DIY Editor : Agus Sigit Minggu, 13 Januari 2019 / 04:43 WIB

AS DAN ISRAEL HEMBUSKAN IRANPHOBIA

Lucuti Senjata Nuklir untuk Perdamaian Dunia

YOGYA, KRJOGJA.com - Bencana akibat perang nuklir pasti akan sangat menyengsarakan umat manusia dan merusak alam. Amerika Serikat (AS), Israel dan semua negara yang memproduksi senjata pemusnah massal (nuklir) itu sudah seharusnya menghentikan perlombaan dan segera melucuti semua bom nuklir yang dimiliki, jika masih punya hati nurani untuk masa depan lingkungan dan manusia.

Demikian dikatakan Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr H Robby Habiba Abror SAg MHum dalam Diskusi Ilmiah Dosen Tetap UIN Sunan Kalijaga di Gedung Rektorat Lama lt.2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (11/1) malam. Makalahnya berjudul 'Refleksi Filosofis Dominasi dan Aneksasi Zionis Israel atas Palestina: Disunitas Arab dan Peran Iran dalam Mengatasi Invasi Amerika Serikat'.

Dijelaskan Robby, Israel yang menjadi sekutu AS di Timur Tengah menjadi masalah tersendiri bagi bangsa Palestina. Selain melakukan teror, intimidasi dan unjuk kekuatan militer dan arogansinya terhadap warga Palestina, Israel juga telah memindahkan ibukotanya dari Tel Aviv ke Yerusalem, wilayah Palestina yang dicaploknya secara sepihak dan sewenang-wenang.

Apapun yang dilakukan oleh Israel selalu mendapatkan justifikasi dan restu dari AS. Termasuk keputusan menganeksasi wilayah di negara-negara Arab. Israel memiliki bom nuklir, meskipun tidak sebanyak AS. Tetapi tindakan AS mengembargo, memberi sanksi keras terhadap Iran dan keluar dari JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) telah mengecewakan dunia, terutama negara-negara yang tergabung dalam kesepakatan nuklir Iran. "AS dan Israel menghembuskan Iranphobia dengan menghalalkan segala macam cara," tandasnya.

Menurut Robby, Yerusalem dikenal memiliki mitos dan simbol sejarah bagi tiga agama, yaitu Islam, Yahudi dan Kristen. Ini salah satunya yang membuat Israel terdorong untuk menguasai Palestina. Presiden AS Donald Trump telah menarik pasukan AS dari Suriah. Tapi kebenciannya atas Iran tidak berhenti. Pernah mengancam Iran dengan akan menyerangnya pada Agustus 2018, tapi tidak pernah terjadi. Sebab AS tahu, Iran bukanlah Irak yang mudah ditumbangkan.

AS tidak mau ambil resiko. AS dan Israel adalah mitra koalisi permanen yang sama-sama punya senjata nuklir. AS mengancam negara manapun yang membeli senjata dan pesawat dari Rusia akan diberi sanksi. Itu bentuk arogansi negeri adidaya. "Hanya dengan akal sehat bumi ini akan aman," pungkasnya. (Dev)