Jateng Editor : Agus Sigit Minggu, 13 Januari 2019 / 01:16 WIB

UM Magelang Beri Pendampingan Petani Ubi Jalar Kaki Gunung Sumbing

MAGELANG, KRJOGJA.com - Penguatan kapasitas petani dilakukan Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang), Pemerintah Kecamatan Windusari bekerjasama dengan Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) UM Magelang dengan sasaran utama petani ubi jalar yang merupakan produk unggulan, setelah sebelumnya mereka bertani tembakau.

Kegiatan pelatihan kapasitas produksi dan diversifikasi olahan ubi jalar dilaksanakan di Kantor Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang, Sabtu (12/1/2019), dan dibuka Pj Sekda Kabupaten Magelang Adhi W dan dihadiri Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT maupun lainnya. Tidak hanya dari wilayah Kabupaten Magelang, pelatihan ini juga diikuti peserta dari luar Kabupaten Magelang.

Di forum ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara LP3M UM Magelang dengan Pemerintah Kecamatan Windusari yang ditandatangani Dr Heni Setyawati ER SKp MKes dan Camat Windusari Shiha Bidin Ashodiqi SSos, dengan disaksikan Rektor UM Magelang dan Pj Sekda Kabupaten Magelang maupun lainnya.

Dikatakan Dr Heni Setyawati kegiatan penguatan kapasitas petani ini berupa sosialisasi dan pelatihan dengan beberapa materi, diantaranya good agricultural practice bagi budidaya ubi jalar di Kecamatan Windusari, diversifikasi olahan ubi jalar sebagai produk unggulan Kecamatan Windusari, pengemasan ubi jalar dan produk olahannya untuk meningkatkan nilai jual.

Kabupaten Magelang merupakan salah satu produsen tembakau di Jawa Tengah dengan luas areal dan produksi yang cukup besar, penyumbang tembakau terbesar kedua di Provinsi Jawa Tengah setelah Kabupaten Temanggung. Menurut data BPS Kabupaten Magelang tahun 2014, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang menghasilkan tembakau, kecuali Kecamatan Bandongan. Petani di Kecamatan Windusari pun melakukan budidaya tembakau.

Karena fluktuasi cuaca yang membutuhkan biaya tinggi dan tata biaga yang cenderung merugikan petani, produksi tembakau di Kabupaten Magelang mulai berkurang. Petani mulai beralih ke komoditas lain yang lebih menguntungkan. Petani di Kecamatan Windusari, yang sebagian besar melakukan budidaya tembakau, sekarang banyak yang beralih ke budidaya ubi jalar. Untuk 1 hektar lahan yang ditanami tembakau hanya menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp 1,5 juta, sedang dengan budidaya ubi jalar varietas Manohara dapat mencapai Rp 8 juta.

Meskipun demikian budidaya ubi jalar sebagai komoditas pengganti tembakau belum dapat dilaksanakan secara optimal. Sebagian besar petani di Kecamatan Windusari masih bertahan untuk budidaya tembakau, padahal permintaan pasar terhadap ubi jalar sangat tinggi. Bahkan ada beberapa petani yang sudah melakukan ekspor ubi jalar ke luar negeri. (Tha)