DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 12 Januari 2019 / 20:11 WIB

Mahasiswa Polbangtan YoMa Gelar Mubeslub

YOGYA,KRJOGJA.com - Seiring perubahan lembaga dari Sekolah Tinggi Pembangunan Pertanian  (STPP) menjadi Polteknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) menggelar Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub), Sabtu (12/1) bersama BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan perwakilan setiap tingkat dengan tema "Tatanan organisasi yang koordinatif, guna mewujudkan kinerja optimal organisasi kemahasiswaan". Mubeslub dibuka R.Hermawan, SP., MP., selaku koordinator kemahasiswaan mewakili Direktur Polbangtan Yoma.

Hermawan mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan BPM kali ini, dengan adanya perubahan kelembagaan sehingga perlu adanya perubahan organisasi kemahasiswaan yang langsung menyesuailan diri, melalui momen ini.

Dengan adanya perubahan kelembagaan, maka ada perubahan statuta. Statuta bisa menjadi pegangan. Agar apa yg dirumuskan tidak melenceng dari statuta, karena ada visi misi, sehingga apa yang diharapkan dapat sejalan antara organisasi mahasiswa dan lembaga.

"Diharapkan BPM sebagai lembaga perencanaan dan pengawasan, serta BEM sebagai pelaksana. Terawasi dalam arti ada yg mengingatkan, program apa saja yg belum terlaksana," katanya

Dalam waktu dekat diharapkan ada pertemuan antara pengurus inti BEM, BPM, dan lembaga dalam rangka penyamaan visi misi. Poin lainnya adalah optimalisasi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), dan Himpunan Mahasiswa Prodi. UKM menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa.

"Sehingga dengan pergantian polbangtan, kita harus mengibarkan bendera Politeknik Pembangunan Pertanian di luar kampus, baik di kampus Perguruan Tinggi Kedinasan ataupun Kampus lainnya dengan cara meningkatkan prestasi,"jelas Hermawan.

Tugasnya BEM dan BPM bisa merumuskan UKM apa yang bisa dikembangkan, terutama dalam rangka mengembangkan kreativitas mahasiswa. Ke depannya diharapkan hari jum'at menjadi hari khusus untuk pengembangan kegiatan UKM.

Selain itu BPM membuat perencanaan kegiatan, dan  ikut merencanakan anggaran 2020, untuk pengembangan kegiatan kemahasiswaan. Teknisnya UKM dan BEM mengusulkan amggaran, lalu digodok bersama.

Semoga Mubeslub ini sebagai langkah awal perubahan kita menjadi lebih baik lagi. BPM menjalankan fungsi pengawasan. Untuk kaderisasiorganisasi mahasiswa, kalau bisa tidak melibatkan mahasiswa tingkat 4 yang tengah fokus menyelesaikan studinya. Tingkat 4 menjadi teladan bagi adik tingkatnya. Kaderisasi dimulai dari tingkat 1, dan maksimal tingkat 3. (*)