Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 13 Januari 2019 / 09:10 WIB

Latih Mental, Mahasiswa FH Unisbank diterjunkan ke Kampung

SEMARANG,KRJOGJA.com- Menjadi profesi bidang hukum seperti pengacara,notaris ataupun legal officer dipastikan harus mempunyai ketrampilan dan pengetahuan hukum yang baik. Lebih dari itu juga komunikasi publik yang baik pula.

Karena itu, mahasiswa dituntut menguasai mata kuliah-mata kuliah terkait ilmu hukum yang diajarkan para dosen. Demikian disampaikan dosen Universitas Stikubank Semarang Karman Sastro yang juga pengampu mata kuliah kemahiran bantuan hukum pada sela sela pembukaan pendidikan hukum di Kelurahan Ngalian Kota Semarang.

Alumni YLBHI-LBH Semarang ini menuturkan, sebagai salah satu tugas mata kuliah kemahiran bantuan hukum, para mahasiswa diterjunkan di Kelurahan Ngalian Semarang dan SMK 8 Kota Semarang. Di Ngalian, Mahasiswa memberikan pendidikan hukum kepada pengurus PKK Kelurahan. Tema yang dipilih adalan Kekerasan terhadap Anak dan pemenuhan hak anak menurut UU Perlindungan Anak. Sedangkan di SMK 8 Kota Semarang, Mahasiswa memberikan pendidikan hukum terhadap pelajar mengenai media sosial dan resiko hukumnya menurut UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Karman menambahkan, pendidikan hukum terhadap masyarakat kampung oleh mahasiswa ini diharapkan akan bermanfaat terhadap mahasiswa dan masyarakat. Dengan model pendidikan seperti ini, mahasiswa dipaksa belajar mandiri mengenai tema yang dipilih, sedangkan masyarakat akan mendapatkan informasi bagaimana mekanisme hukum menyelesaikan masalah hukum yang dihadapi sehari hari. Tidak kalah penting, penerjuman mahasiswa ilmu hukum ke masyarakat sebagai upaya melatih mental dan komunikasi mahasiswa pada publik.

“Akan sangat lucu jika ada produk lulusan fakultas hukum tidak terampil dalam hal komunikasi public” ujar Karman.

Terpisah, Dekan Fakultas Hukum Unisbank Semarang Dr Rochmani SH MHum menuturkan terdapat  5 kelurahan yang selama ini dijadikan tempat penyelenggarakan pendidikan hukum mahasiswa. Ilmu hukum tidak hanya belajar teori hukum di kelas, namun juga dapat ditemukan dalam relasi kehidupan masyarakat sehari hari, makanya pendidikan hukum ke kampung kampung perlu dilakukan dan ditingkatkan intensitasnya. (sgi)