Jateng Editor : Agus Sigit Sabtu, 12 Januari 2019 / 19:15 WIB

UMP Tawarkan Tempat Uji Kualitas Capres – Wapres

PURWOKERTO,KRJOGJA.com - Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr H Syamsuhadi Irsyad MH, menawarkan diri, kampusnya siap untuk menjadi tempat pertama untuk diskusi kandidat Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Wapres).

Tawaran itu  diungkapkan oleh Rektor UMP Dr H Syamsuhadi Irsyad MH, dalam acara Refleksi Awal Tahun yang bertajuk ‘Nalar Demokrasi Kita : Antara Akal Sehat & Akal Miring’ di Aula AK Anshori Lantai III Gedung Rektorat Kantor Pusa, Jumat (11/1/2019).

Acara yang digelar oleh Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDKP) ini menghadirkan narasumber, Rocy Gerung sebagai Pengamat Politik, Prof Dr H Suyatno sebagai akademisi, dan dimoderatori oleh Dr Anjar Nugroho Direktur PSDKP.

Yang melatarbelakangi penawaran tempat setelah  mendengar usulan dari Bung Roky di media. Bahwa harus ada forum kandidat Capres, Wapres di kampus.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan bahwa jika itu akan dilakukan oleh KPU RI. UMP siap menjadi tempat pertama untuk diskusi kandidat Capres, Wapres,” kata Rektor.

Menurutnya UMP memiliki lebih 12 ribu mahasiswa dari berbagai daerah seluruh Indonesia, guru Besar dan Doktor dari berbagai bidang diantaranya bidang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan yang siap menguji kualitas para calon kandidat Capres/Cawapres.  

Direktur PSDKP UMP Dr Anjar Nugroho mengatakan, demokrasi yang sudah dijalankan melalui proses pemilu dalam memilih pemimpin di republik ini harus dijalankan dengan akal sehat, bukan akal miring. 

“Jangan sampai ada pembodohan kepada masyarakat kita dalam pemilu. Sehingga yang tumbuh itu akal sehat bukan akal miring,” katanya.

Dr Anjar mengatakan, Roky Gerung dinilai memiliki dayatarik bagi khalayak. “Bung Roky ini memiliki daya tarik, baru kali ini melihat pengamat politik seperti selebriti. Saya baru tau ini, pengamat politik tapi masanya begitu banyak,” katanya. 

Sementara itu, Roky Gerung dalam presentasinya disambut meriah oleh para mahasiswa dan warga,menjelskan tema ‘Refleksi Awal Tahun Nalar Demokrasi kita : Antara Akal Sehat & Akal Miring’  merupakan tema yang beradab karena kita memaikai kata refleksi. 

“Refleksi adalah kegiatan akademis. Refleksi artinya mengurai sesuatu yang sudah final supaya dimungkinkan ada pengetahuan baru,” jelasnya.

Ia, menambahkan jangan ajari kemajemukan Muhammadiyah, jangan ajari soal NKRI kepada Muhammadiyah. "Karena Muhammadiyah sudah berdiri jauh mendahului Bangsa Indoneisa ini,” pungkasnya.(Dri)