Jateng Editor : Agus Sigit Sabtu, 12 Januari 2019 / 18:10 WIB

DI OBYEK WISATA YANG DIKELOLA PEMKAB KEBUMEN TAHUN 2018

Jumlah Pengunjung Wisata Turun, Pendapatan Naik

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Jumlah pengunjung 9 obyek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen sepanjang tahun 2018 mencapai 1.078.890 orang, atau menurun dibanding tahun 2017 yang mencapai 1.087.644 orang.  Kendati demikian, jumlah  pendapatannya justru naik cukup signifikan, yaitu Rp 9,520 miliar di tahun 2018 atau  naik sekitar 35 % dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp 6,004 miliar.

" Menurut analisa kami, kenaikan pendapatan dari jumlah wisatawan yang justru menurun  tersebut disebabkan kenaikan tarif masuk ke obyek-obyek tersebut sejak Februari 2018 lalu. Sedangkan penurunan jumlah pengunjung diduga disebabkan menjamurnya jumlah obyek wisata  baru yang dikelola oleh pihak swasta maupun pemerintah desa," ujar Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen, Azam Fathoni MSi, melalui Bendahara  Penerimaan Disporawisata Kebumen, Syamsoel Hidayat MI, di ruang kerjanya, Jum'at  (11/01/2019).

Adapun 9 obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab Kebumen adalah Goa Jatijajar, Pantai Logending, Goa Petruk, Pantai Petanahan, Waduk Sempor, Waduk Wadaslintang, Pemandian Air Panas (PAP) Krakal, Pantai Suwuk dan Pantai Karangbolong. 

" Sama seperti tahun-tahun lalu, Goa Jatijajar masih bertengger di peringkat pertama  jumlah pengunjung maupun penerimaannya. Di tahun 2018, obyek ini meraup Rp 4,446 miliar dengan pengunjung 389.854 orang. Di peringkat kedua Pantai Suwuk dengan penerimaan  Rp 2,166 miliar dan pengunjung 287.085 orang. Ketiga, Pantai Petanahan dengan penerimaan Rp 1,017 miliar dan pengunjung 156.885 orang," papar Syamsoel.

Adapun bagi hasil dengan pihak ketiga, yaitu dengan Perum Perhutani adalah dari pendapatan  untuk obyek wisata Pantai Logending. Dari pendapatan sebesar Rp 648,463 juta, Perum Perhutani mendapatkan 25 % atau sekitar Rp 162,114 juta. Juga, dengan pengelola Waduk Sempor, dari pendapatan Rp 271,225 juta pengelola waduk mendapatkan sekitar Rp 67,80 juta.

" Adapun kepada pihak asuransi akan kami setorkan sebesar Rp 123,813 juta," ujar Syamsoel.(Dwi)