DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 15:46 WIB

Harga Komoditas Pangan Masih Fluktuatif

YOGYA, KRJOGJA.com - Harga beberapa komoditas bahan pangan di sejumlah pasar di Kota Yogyakarta tetap diwarnai fluktuasi di pekan kedua Januari 2019. Fluktuasi harga terjadi pada komoditi daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng dan beras seiring berkurangnya permintaan dan pasokan justru mengalami peningkatan.

Harti, penjual daging ayam di Pasar Beringharjo mengatakan, harga daging ayam baik ayam broiler maupun ayam kampung kembali mengalami penurunan. Penurunan harga daging ayam tersebut disebabkan permintaan mulai berkurang sementara pasokan daging normal di DIY.

“Harga daging ayam broiler turun dari Rp 34.000 menjadi Rp 33.700/- kg dan daging ayam kampung dari Rp 75.000 menjadi Rp 73.700/kg. Penurunan harga daging ayam ini dipicu mulai berkurangnya permintaan seiring berakhirnya musim liburan panjang dan tidak banyak masyarakat yang menggelar hajatan,” papar Harti.

Penjual sayur mayur Painem mengungkapkan, komoditas yang harganya bisa naik dan turun sewaktu-waktu atau berfluktuasi yaitu cabai dan bawang merah maupun bawang putih. Setelah sebelumnya mengalami kenaikan harga, cabai kembali mengalami penurunan harga. Tekanan harga pada cabai disebabkan pasokan yang melimpah sementara permintaan normal.

“Harga cabai merah keriting turun dari Rp 24.700 menjadi Rp 23.700/kg, cabai merah besar dari Rp 29.000 menjadi Rp 26.700/kg, cabai rawit hijau turun dari 20.000 menjadi Rp 19.000/kg dan cabai rawit merah dari Rp 29.000 menjadi Rp 27.700/kg,” katanya.

Sementara harga bawang merah dan bawang putih justu naik dikarenakan pasokan berkurang. Harga bawang merah naik dari Rp 26.000 menjadi Rp 27.000/kg, bawang putih kating dari Rp 23.000 menjadi Rp 23.700/kg dan bawang putih dari Rp 19.000 menjadi Rp 19.300/kg.

“Fluktuasi harga komoditi pangan sudah wajar terjadi, sehingga terus diamati perkembangan harganya setiap harinya. Harga yang berlaku tentunya mengikuti mekanisme pasar yaitu adanya ketersediaan pasokan atau supply dan permintaan (demand) ditambah distribusi. Jika salah satu ada yang terganggu tentu akan menyebabkan fluktuasi harga bahan pangan di pasaran,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Aris Riyanta.

Aris menambahkan, selain diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar, harga bahan pangan akan mengalami perubahan terhadap cuaca terutama bagi bahan pangan yang rentan terhadap cuaca seperti sayur mayur dan sebagainya. Selanjutnya distribusi bahan pangan, juga akan mempengaruhi harganya terutama yang mengalami kendala atau gangguan distribusi. (Ira)