DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 14:54 WIB

Pengelolaan Bendung Kamijoro Perlu Dipertegas

YOGYA, KRJOGJAcom - Pemda DIY tengah membuka kesempatan penawaran atau premarket sounding proyek pembangunan Bendung Kamijoro di Pajangan yang akan mensuplai kebutuhan air bersih untuk Bantul dan Kulonprogo melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Hananto Hadi Purnomo mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk premarket sounding terkait pembangunan Bendung Kamijoro melalui skema KPBU. Sebab ada beberapa hal yang perlu dipertegas terkait dengan pengelolaan Bendung Kamijoro tersebut nantinya.

“Kami sedang mempersiapkan semuanya untuk premarket sounding proyek penyediaan air bersih di Bedung Kamijoro dengan Pemerintah pusat. Kita akan undang investor untuk menawarkan proyek Bendung Kamijoro dengan potensi yang ada, silakan siapa yang berminat mengajukan penawaran,” kata Hananto.

Hananto menyampaikan, kebutuhan air minum dan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dan menjadi tanggungjawab pemerintah. Pemerintah wajib menyediakan air bersih tersebut, apabila tidak mampu bisa bekerjasama dengan pihak lain dengan menggunakan skema KPBU tersebut.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY Muhammad Mansur mengungkapkan, Bendung Kamijoro memiliki potensi air sebesar 500 liter per detik. Air tersebut rencananya akan didistribusikan ke kawasan industri di Bantul dan Kulonprogo.

Misalnya untuk kawasan industri di Bantul seperti yang ada di daerah Sedayu dan Pajangan. Karena air minum menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Pihaknya akan membuat perencanaan berkaitan dengan pengelolaan Bendung Kamijoro.

“Supaya pengelolaan Bendung Kamijoro bisa dilakukan dengan baik. Kami berencana untuk memetakan kebutuhan air di Bantul dan Kulonprogo. Untuk rencana awal untuk Kulonprogo 300 liter per detik untuk dan 200 liter per detik untuk Bantul. Adapun untuk yang regional potensinya 700 liter per detik,” katanya.

Air merupakan kebutuhan dasar yang pemenuhannya menjadi tanggung jawab pemerintah. Agar tidak keteteran dan bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, dalam pengelolaannya akan dilaksanakan dengan menggandeng swasta. Ini beda dengan RPJMD yang harus ditunaikan dan menjadi tanggung jawab pemerintah. (Ira/Ria)