DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 14:41 WIB

Sultan Minta Sistem Drainase NYIA Diperhatikan

YOGYA, KRJOGJA.com  - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan kembali pihak pemrakarsa pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Baru/New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, agar memperhatikan sistem drainase atau pembuangan air di kawasan proyek tersebut. Sistem drainase di lokasi proyek NYIA harus diperhatikan sedemikan rupa agar lokasi itu tidak menjadi semacam ‘danau’ di saat musim hujan, apabila beberapa bagian ditinggikan hingga 7 meter.

“Saya ingatkan kembali persoalan drainase yang semoga sudah menjadi bahan pemikiran PT Pembangunan Perumahan/PP (Persero) maupun PT Angkasa Pura I/AP I (Persero) di lahan seluas sekitar 600-an hektare itu. Sejumlah bangunan pembatasnya akan ditinggikan 7 meter seperti runway (landasan), gedung terminal bandara dan pendukungnya. “Saya khawatir pada waktu musim hujan, lokasi yang tidak ditinggikan itu justru bisa menjadi danau,” ujar Sultan HB X di Yogyakarta.

Sultan mengatakan, mengingat tidak semua bangunan ditinggikan, pihaknya khawatir di area bandara justru banyak yang menjadi cekungan dan air hujan tergenang di situ. Problematika tersebut setidaknya bisa diatasi dengan menggunakan sejumlah alternatif, seperti dikeluarkan melalui Sungai Bogowonto atau Sunga Serang.

“Intinya saya minta agar sistem drainasenya didesain sedemikian rupa sehingga tidak ada danau yang muncul di tengah terminal pada waktu musim hujan. Saya ingatkan kembali dari awal dan supaya menjadi perhatian khusus baik drainase yang berada di dalam kawasan proyek NYIA maupun kawasan di luar bandara khususnya kawasan permukiman,” ungkap Sultan.

Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Program Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi mengungkapkan, sistem drainase di kawasan NYIAmenjadi wewenang penuh pihak pemrakarsa proyek pembangunan bandara baru di DIY. Sedangkan Pemda DIY yang mendesak untuk memikirkan drainase kawasan permukiman supaya jika runway dan terminal ditinggikan atau ditimbun setidaknya 7 meter tidak menimbulkan genangan.

“Kita akan segera rapat koordinasi dengan dinas/instansi terkait sistem drainase kawasan permukiman menjadi tanggung jawab Pemda. Jika dimasukkan ke sungai, kami akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Serayu-Opak (BBWSO). Kita sudah bicara dengan pihak Pemkab Kulonprogo dan terus melakukan pengamatan seberapa jauh dampak luapan airnya di saat musim hujan,” jelas Rani.

Rani menekankan, sistem drainase di kawasan bandara seluas 587 hektare itu sepenuhnya ditangani pihak pemrakarsa, sedangkan Pemda akan menangani drainase di kawasan permukiman. Dari hasil pengamatan tersebut, pihaknya baru akan melakukan pekerjaan drainase apabila diperlukan dan apabila drainase yang susah ada dinilai sudah cukup, maka tidak perlu dilakukan pengerjaan. (Ira)