DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 13:19 WIB

Kasus Perceraian di Gunungkidul Meningkat

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Gugatan cerai seorang istri terhadap suami masih mendominasi angka perceraian di Kabupaten Gunungkidul. Selama tahun 2018 terdapat 1.070 perceraian dan terbanyak penggugatnya dilakukan pihak istri. Jumlah tersebut didasarkan atas berkas yang masuk dan telah ditangani oleh pihak Pengadilan Agama.

“Sebagian besar gugatan cerai yang dilayangkan istri lantaran permasalahan ekonomi,” kata Humas Pengadilan Agama Gunungkidul, Barwanto.

Setiap tahun jumlah perceraian di Gunungkidul terjadi peningkatan, berbagai upaya telah dilakukan namun tingkat keberhasilannya sangat kecil. Misalnya tahun 2018 lalu, terdapat 1.070 perkara cerai gugat. Kemudian untuk cerai talak yang mana suami menceraikan istrinya kurang dari 50 persen yakni sebanyak 468 perkara.

Mediasi yang dilakukan tingkat keberhasilannya kecil, tahun 2018 lalu ada 213 perkara yang dimediasi dan yang berhasil hanya 15 perkara. Banyaknya kasus perceraian gugatan cerai dari istri terjadi lantaran dampak ketidakharmonisan rumah tangga yang terkait masalah ekonomi dan dampak berkembangnya teknologi. “Hal ini masih menjadi pemicu perceraian di Gunungkidul sehingga angkanya terus meningkat,” imbuhnya.

Adapun data dalam beberapa tahun terakhir pada tahun 2015 lalu terdapat cerai talak sebanyak 445 perkara dan cerai gugat 1.007 perkara. Selanjutnya tahun 2016 cerai talak meningkat menjadi 497 perkara dan cerai gugat sebanyak 1.142 perkara, tahun 2017 terdapat 362 perkara cerai talak dan 1.000 cerai gugat.

Biasanya pengajuan berkas perceraian paling banyak terjadi pada bulan Juli atau Agustus. Namun juga tergantung dengan situasi maupun kondisi masing-masing pasangan. “Tahun 2018 pada bulan Juli dan Agustus paling tinggi,” ucap Barwanto didampingi Panitera Muda Hukum Faturohman.

Banyaknya kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Gunungkidul menjadikan instansi ini memiliki komitmen dalam memperbaiki pelayanan pada masyarakat. Tahun 2018 lalu terdapat 1.920 kasus yang ditangani oleh Pengadilan Agama. Salah satu upaya yang dilakukan Pengadilan Agama yakni dengan dicanangkannya zona integritas. (Bmp)