DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 12:56 WIB

KPM di Kulonprogo Bertambah 4.651 KK

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di Kulonprogo pada 2019 sebanyak 51.974 kepala keluarga (KK). Kuota bertambah 4.651 KK yang sebelumnya di 2018 sebanyak 47.323 KK.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Abdul Kahar di ruang kerjanya, Jumat (11/1) mengungkapkan pada 2019 di Kulonprogo masih ada program BPNT. “Kemensos (Kementerian Sosial) menambah kuota KPM program BPNT di Kulonprogo. Kalau sebelumnya di 2018 sebanyak 47.323 KK, pada 2019 bertambah 4.651 menjadi 51.974 KK,” ujar Abdul Kahar.

Menurutnya, penambahan kuota penerima program BPNT merupakan penetapan dari Kemensos. Tingkat daerah tinggal menindaklanjuti sesuai data by name yang diterima dari pusat. Meskipun kuota bertambah, besar bantuan nontunai yang ditransfer ke KPM masih sama dengan tahun sebelumnya, Rp 110.000 per bulan untuk memenuhi kebutuhan beras dan telur. “Perkiraan untuk Januari 2019 akan segera ditransfer ke rekening KPM,” tuturnya.

Selama enam bulan terakhir program BPNT yang mulai dilaksanakan di Kulonprogo berjalan lancar. Sekitar 90 persen KPM dari sebanyak 47.323 KK penerima BPNT di 2018 telah melakukan transaksi kebutuhan beras dan telur di ewarong.

“KPM sisanya sekitar 10 persen belum bisa melakukan transaksi karena ada yang kartu elektroniknya hilang, lupa pin, pindah penduduk dan atas nama KPM meninggal dunia,” jelasnya.

Seperti diketahui untuk tempat transaksi menyiapkan e-warong tersebar di 12 kecamatan. Untuk melayani kebutuhan beras, e-warong bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan kebutuhan telur dengan Asosiasi Peternak Ayam Petelur.

Menurutnya, sebanyak 12 Gapoktan secara rutin mensuplai kebutuhan beras KPM. “Sedangkan untuk kebutuhan telur, pengelola ewarong secara kolektif mengambil langsung ke kandang peternak petelur,” tambah Abdul Kahar. (Ras)