Jateng Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 12:41 WIB

Angin Ribut Rusak 17 Rumah di Kecamatan Bener

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Purworejo merusak 17 rumah di Desa Jati dan Desa Mayungsari Kecamatan Bener, Jumat (11/01/2018) petang. Rumah rusak tertimpa pohon dan sebagian rusak karena dihempas angin.

Sebanyak 14 rumah di Desa Jati dan satu di Desa Mayungsari dilaporkan rusak. "Khusus Desa Jati, sebagian besar tertimpa pohon," ujar Pejabat Kades Jati Supanjang, kepada KRJOGJA.com, Sabtu (12/01/2019).

Menurutnya, hujan disertai angin melanda wilayah perbatasan Purworejo - Magelang sekitar pukul 16.00. Menurutnya, angin dari arah barat tidak berhembus lama, namun kekuatannya yang besar berdampak pada rusaknya rumah warga.

Sejumlah pohon tumbang tidak hanya menimpa rumah, namun juga jaringan listrik dan jalan utama desa tersebut. "Kami laporkan segera kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, namun karena kondisi gelap karena listrik padam belum bisa dilakukan pembersihan," ucapnya.

Rumah rusak terdata milik Parelan, Mugiyatno, Tumpo Islamyanto, Sarijo, Legiman, Joko Sulistyo, Widi, Murni, Karminto, Nurkamid, Dasiman, Dimroni dan Khanan. Kerusakan paling parah dialami Parelan (60) warga Dusun Kembangan Kidul Jati.

Bagian rusuk dan genting rumah itu mengalami kerusakan hingga 90 persen. Bahkan kakek yang tinggal sendiri itu terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Supanjang menambahkan, Parelan membutuhkan bantuan pakaian, peralatan memasak, alat MCK dan tenaga ahli kebencanaan. "Logistik juga dibutuhkan untuk mendukung kerja bakti dan sudah dicukupi BPBD," ungkapnya.

Sementara itu, tiga rumah di Desa Mayungsari juga rusak ringan akibat tertimpa pohon. "Untuk kondisi sekarang, rumah rusak sudah tertangani, pohon sudah dipotong, namun untuk listrik baru Desa Jati yang menyala, sedangkan Mayungsari belum," kata Kasi Kedaruratan BPBD Purworejo Sigit Ahmad Basuki mewakili Kepala Pelaksana BPBD Sutrisno.

Petugas BPBD bersama TNI, Polri dan warga kerja bakti secara maraton pada Sabtu pagi. "Sekarang tinggal memikirkan bagaimana upaya menangani rumah Parelan yang kondisinya rusak berat. Bangunan tidak layak huni hingga kami bongkar total," tuturnya. (Jas)