DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 11:55 WIB

Tunggakan Pembayaran Klaim BPJS Kesehatan Masih Tinggi

BANTUL, KRJOGJA.com - Tunggakan pembayaran klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di beberapa rumah sakit masih tinggi terhitung hingga Januari 2019. Sementara itu pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit tipe B berkurang karena banyak pasien sudah dapat terkaver di pelayanan kesehatan di bawahnya.

Kepala RSPAU dr S Hardjolukito Marsma TNI DR dr Isdwiranto Iskanto Msc SpBS SpKP menuturkan sampai saat ini kendala BPJS Kesehatan masih tersendat pembayaran klaimnya. "Kami hampir mengambil dana talangan. Awalnya empat bulan tidak dibayar, meskipun demikian kami tetap masih bisa survive," jelasnya.

Meski klaim BPJS Kesehatan tinggi namun RSPAU tidak pernah menolak pasien. Adapun tunggakan klaim BPJS Kesehatan saat ini angkanya mendekati kisaran Rp 28 miliar, ditambah tunggakan sisa tahun lalu. Untuk menyiasati besarnya beban tunggakan klaim BPJS Kesehatan, RSPAU melakukan efisiensi dan penghematan terutama berkaitan dengan operasional termasuk penggunaan obat.

"Sebenarnya program BPJS Kesehatan ini bagus buat rakyat. Kendalanya karena yang dikaver selalu bertambah dan jumlahnya besar. Bisa jadi sebelumnya pasien saat sehat tidak mendaftar menjadi peserta BPJS, sementara ketika sudah sakit parah mereka baru mendaftar dan biaya pengobatan sudah terlanjur tinggi. Mungkin ini salah satu faktornya," urainya.

Sementara dalam praktek di lapangan perusahaan obat tidak mau memberikan kompensasi. Ditambahkannya, akhir-akhir ini sejak adanya kebijakan rayonisasi, pasien BPJS Kesehatan di rumah sakit tipe B termasuk di RSPAU dr Hardjolukito berkurang dibandingkan sebelumnya.

Biasanya pasien BPJS Kesehatan mencapai 400 pasien tiap hari atau kisaran 10.000 pasien perbulan. Sedangkan kali ini berkurang hampir separuhnya. Dari ribuan pasien yang datang ke RSPAU, 90 persen pasien merupakan pasien BPJS. (Aje)