DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 12:23 WIB

Land and Water Management Practice di Lahan Praktek Banyakan

BANTUL, KRJOGJA.com - Pertanian modern, harus menjadi acuan pola pikir bagi generasi tani masa depan Indonesia. Keterbatasan lahan dan sumber air yang ada, dipaksa untuk mampu dikelola dengan baik untuk memproduksi, sehingga dapat menyediakan kebutuhan bahan pangan.

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang (Yoma) ,  dididik miliki kemampuan sebagai calon peretas keterbatasan sumber daya pertanian,  tetap berproduktivitas yang tinggi. Sebagaimana disampaikan oleh kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dr Momon Rusmono disetiap kesempatan bertemu mahasiswa.

Momon menyebut Mahasiswa Polbangtan harus cerdas dan mampu menghadapi kondisi lapangan dalam menggerakan pembangunan Pertanian. Keterbatasan sumberdaya yang ada, harus dihadapi sebagai peluang untuk kinerja.

Dr Ali Rachman dan kawan kawan selaku dosen pembimbing mengatakan, mahasiswa Polbangtan Yoma agar bisa mewujudkan hal tersebut. "Praktek pengelolaan tanah dan air harus di aplikasikan dilapangan," tambah Ali.

Mahasiswa di beri tugas di lahan praktek terbuka yang terletak di dusun Banyakan Piyungan Bantul. Mahasiswa membuat Project Proposal pengembangan lahan, menjadi suatu kawasan produktif pertanian yg modern, beredukasi dgn pola konservasi lahan dan air yang baik. Praktek pengelolaan tanah dan air di Banyakan, dilakukan  sekitar 140 mahasiswa tingkat IV, yang terbagi dalam 28 kelompok dengan 28 proposal.

Ali mengharapkan, mahasiswa tingkat IV inijika nanti lulus mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam bidang pengelolaan tanah dan air, tentunya disamping ilmu lainya yang di berikan di Polbangtan Yoma. (*)