DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 10:57 WIB

135 Warga Kota Yogya Masih Pegang ‘Suket’

YOGYA, KRJOGJA.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Yogya meminta warga yang masih memegang surat keterangan (suket) perekaman kependudukan, untuk aktif mendatangi kecamatan. Hal ini agar kartu fisik E-KTP bisa segera dicetak untuk kepentingan yang lebih luas.

Kepala Dindukcapil Kota Yogya Sisruwadi, menjelaskan hingga saat ini masih ada 135 warga Kota Yogya yang masih memegang suket. "Jangan menunggu dipanggil, tapi harus aktif ke kecamatan untuk minta dicetakkan e-KTP. Memang jumlah pemegang suket tidak terlalu banyak, tapi itu bisa mempengaruhi proses administrasi kependudukan," jelasnya.

Jika tidak diproses untuk pencetakan, maka status kependudukan pemegang suket itu pun tidak bisa diketahui. Pasalnya, hasil perekaman yang belum melalui penunggalan data, ditengarai masih terjadi status ganda sehingga sampai kapan pun tidak bisa dicetakkan eKTP. Oleh karena itu, perlu partisipasi aktif dari pemegang suket untuk segera meminta e-KTP ke petugas di masing-masing kecamatan setempat.

"Blangko atau keping e-KTPselalu tersedia. Jadi silakan datang ke kecamatan agar status kependudukannya dicek. Jika terjadi duplikat, maka salah satunya harus dihapus dulu. Nanti dinas akan melakukan penunggalan data, supaya e-KTPbisa dicetak," jelasnya.

Terkait total penduduk Kota Yogya yang sudah melakukan perekaman, Sisruwadi, mengaku masih menjadi salah satu capaian tertinggi di Indonesia. Dari total penduduk wajib KTPsebanyak 310.699 orang, 99,31 persen di antaranya atau 308.569 orang sudah melakukan perekaman data. Sedangkan sisanya 0,68 persen atau 2.130 orang masih belum merekam data.

Sisruwadi menjelaskan, penduduk yang belum merekam data itu sebagian besar karena domisilinya tidak diketahui. Terutama penduduk yang masih menggunakan alamat di Kota Yogya namun aktivitasnya di luar daerah dan jarang atau tidak pernah kembali.

"Kalau warga Yogya yang di luar negeri, relatif tidak masalah karena tiap kedutaan besar akan memfasilitasi. Tapi yang tidak tinggal di sini ini yang menyulitkan," akunya. (Dhi)