DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 10:34 WIB

Penyediaan Tempat Parkir, Kunci Sukses Penataan Malioboro

YOGYA, KRJOGJA.com - Kunci sukses penataan Malioboro adalah dari penyediaan tempat parkir bertingkat. Meskipun terdapat perubahan tatanan spasial di kawasan, volume penerimaan bisa dipertahankan. Artinya, struktur sosial informal yang ada dapat menerima dan mendukung perubahan.

Oleh karena itu, pembangunan tempat khusus parkir yang dibuat bertingkat, hendaknya dilihat sebagai instrumen transformasi menuju kota yang lebih lestari. Bukan sebagai hasil akhir.

"Kontroversi selalu timbul dari pembangunan kantong parkir di pusat kota. Pada umumnya fasilitasi terhadap kendaraan bermotor yang mudah dan nyaman akan lebih banyak menarik kendaraan masuk ke pusat kota. Jika tidak diantisipasi, maka konsekuensi logisnya adalah peningkatan kemacetan," kata Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dr Arif Wismadi.

Menurut Arif, berapa strategi agar pembangunan kantong parkir menjadi lebih bersifat solutif dan tidak menjadi pembangkit kemacetan baru adalah dengan memastikan bahwa area parkir on-street yang sudah dipindahkan ke dalam kantong parkir harus dijaga dari penggunaan semula. Diantaranya adalah dengan melebarkan area pedestrian sehingga tidak memungkinkan lagi ada parkir on-street.

"Hal ini akan menjadi insentif untuk pejalan kaki sekaligus menampilkan ekspresi Malioboro yang ramah. Para tamu yang datang ke Maliobora akan lebih nyaman untuk berjalan kaki dan pemilik usaha di sepanjang ruas tersebut juga akan mendapat kesempatan ekonomi yang bertumbuh," ungkap Arif.

Lebih lanjut Arif menambahkan, tantangan terbesar untuk melakukan revitalisasi kawasan kota, termasuk Kota Yogyakarta adalah proses perubahan sosial. Khususnya terkait dengan struktur latent atau informal penguasaan ruang publik.

"Program semi pedestrian Malioboro sangat berhasil dalam melakukan perubahan spasial menuju tata ruang berciri keistimewaan tanpa kendala sosial yang berarti. Isu sosial biasanya muncul ketika sekelompok masyarakat terdampak dari perubahan ruang, khususnya jika akses terhadap sumberdaya ekonomi terganggu," tambahnya. (Ria/Ira)