DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 10:10 WIB

Penutupan Simpang Kentungan Butuh Manajemen Lalu-lintas

YOGYA, KRJOGJA.com - Peneliti di Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM Dr Arif Wismadi menyatakan, pembangunan Underpass Kentungan akan berdampak pada lalulintas di lokasi dan kawasan sekitarnya. Karena proses konstruksinya cukup lama, maka harus diantisipasi dengan solusi yang sifatnya tidak temporer meski pengoperasiannya bersifat sementara.

Artinya rekayasa lalulintas dan penyiapan infrastruktur pengalih beban lalulintas. Termasuk marka dan rambu, harus direncanakan, dirancang, dibangun dan dioperasikan dengan memenuhi semua standar teknis dan keselamatan.

“Pengalihan beban lalulintas ini, khususnya lalulintas dari jalur lambat, semestinya dapat melalui ruas-ruas jalan sekitar simpang. Dari struktur jaringan, ruas-ruas yang ada sudah cukup mendukung, namun memerlukan dukungan komunitas dan lingkungan permukiman yang dilalui,” terang Arif.

Direktur Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan Simpul Tumbuh UII tersebut menambahkan, lokasi Simpang Empat Kentungan yang tergolong sangat strategis menjadikan proyek pembangunan underpass berpotensi menimbulkan kemacetan. Supaya tidak terlalu parah, selama proses konstruksi dibutuhkan manajemen lalulintas yang baik.

“Desain underpass sebenarnya lebih tepat untuk rancangan nonplanar yang arus dari dua arah diharapkan tidak bercampur. Misalnya seperti pemisahan jalan dan rel, atau jalan bebas hambatan dan rute sepeda,” jelasnya. (Ira/Ria)