DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 09:58 WIB

Pembangunan Underpass Kentungan Dimulai 14 Januari

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemda DIY memastikan pembangunan Jalan Bawah Tanah (Underpass) Simpang Empat Kentungan selesai sesuai kontrak dan direncanakan bisa difungsikan pada Desember 2019 mendatang. Masa konstruksi pembangunan Underpass Kentungan dimulai Senin, 14 Januari 2019, dibarengi pelaksanaan pengalihan arus lalulintas di sekitarnya.

Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Program Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi mengatakan, kontrak pembangunan Underpass Simpang Empat Kentungan disepakati sejak November 2018 dan berlaku selama 13 bulan ke depan. ”Sesuai kontrak, direncanakan sudah bisa difungsikan Desember 2019. Kita pastikan Underpass Kentungan sudah bisa digunakan pada akhir tahun nanti,” kata Rani.

Rani mengungkapkan, pembangunan ini hanya berupa underpass dari sisi Barat dan sisi Timur yang merupakan Jalan Nasional. Proyek underpass tersebut dipilih agar pembangunannya tidak sebidang. Artinya jalan dari arah Selatan dan Utara tetap menggunakan jalan yang sudah ada (eksisting), sedangkan Barat ke Timur dibuat underpass sehingga tidak perlu memakai lampu lalulintas.

”Arus lalulintas dari arah Barat ke Timur dan sebaliknya di Simpang Empat Kentungan selama ini cukup padat, karena itu diutamakan pembangunan underpassnya. Desain underpass sudah ada dan menjadi kewenangan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN),” ujarnya.

Selama masa pembangunan yang mencapai satu tahun, mantan Plt Sekda DIY dan mantan Kepala Dinas PUPESDM DIYtersebut mengatakan, pengalihan arus lalulintas menggunakan sejumlah jalur alternatif sudah diatur pihak Kepolisian dan Dishub, termasuk rekayasa lalulintas serta kesiapan rambu-rambunya. Sementara pembangunan Underpass Simpang Empat Gejayan atau Condongcatur baru bisa dilakukan tahun berikutnya karena akan sulit dan berat jika keduanya digarap secara bersamaan di 2019.

“Underpass Kentungan yang didahulukan dan digarap tahun ini, dengan pembebasan lahan seluas sekitar 2.800-an meter persegi atau 81 bidang sudah rampung tahun lalu,” ungkap Rani. (Ira/Ria)