DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 12 Januari 2019 / 09:43 WIB

‘Si Doel’ dari UPN, Wisuda Diantarkan Warga Sekampung

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kisah perjuangan mahasiswa di Yogyakarta dalam meraih gelar sarjana sungguh berwarna. Mulai dari cinta, dinamika dengan orangtua hingga pilihan bekerja yang mungkin menunda pentahbisan resmi lulus oleh pihak kampus.

Namun begitu tidak jarang pula muncul cerita inspiratif yang muncul dari hal-hal kecil. Salah satunya dari wisudawan UPN Veteran Yogyakarta, Ruby Stanu Wijaya asal Indramayu Jawa Barat.

Ruby memiliki kisah yang hampir mirip serial ‘Si Doel Anak Sekolahan’ yang diperankan Rano Karno di era 90-an. Dalam cerita, Doel dikisahkan menjadi satu-satunya sarjana (Insinyur) di keluarga lantaran tak ada lagi yang menuntut ilmu tinggi hingga jenjang perguruan tinggi.

Dikisahkan Ruby, ia merupakan satu-satunya anak di keluarga yang berhasil menjadi mahasiswa. Kedua orang tuanya tidak lulus Sekolah Dasar dan dua kakaknya hanya dapat menyelesaikan pendidikan sampai SMA.

Ruby yang merupakan putera seorang sopir truk dengan latarbelakang kurang mampu bisa lebih beruntung lantaran menjadi salah satu penerima bantuan program Bidikmisi dari pemerintah. Berbekal beasiswa tersebut, pemuda kelahiran Indramayu 6 Desember 1995 ini melaju sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY).

Berbagai upaya dilakukan Ruby selama menjalani proses kuliah dengan tujuan tak ingin membebani sang ayah untuk mengirimkan uang saku setiap bulan. Berusaha membuat makanan yang ia titipkan ke warumg dekat kampus hingga akhirnya gagal lantaran tak dibayar pernah dialami hingga membuatnya terbentuk menjadi pribadi yang tangguh.

“Saya masak sendiri, dapat resep dari kakak. Tapi usaha saya merugi karena beberapa pemilik warung tidak membayar saya,” kisahnya pada wartawan disela proses wisuda di kampus UPN Veteran Yogyakarta, Sabtu (12/1/2019).

Tak patah arang, ‘Si Doel UPN’ ini berusaha kembali berjualan minuman ringan asal Thailand yang sangat populer di kalangan anak muda. Kali ini usahanya berhasil dan menguntungkan, namun ia harus tinggalkan karena kesibukannya menyusun tugas akhir.

“Di akhir semester saya akhirnya jadi penjaga warnet. Prinsipnya saya harus bekerja supaya tidak merepotkan orang tua.” kisah anak ketiga pasangan Sunardi dan Sokenah tersebut.

Menjadi seorang mahasiswa ternyata tidak hanya menjadi kebangaan keluarga Ruby saja. Warga di kampung halaman Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu pun turut bersukacita dan bahkan hadir pada prosesi wisuda.

“Sebenarnya di kampung saya ada sarjana tapi biasanya dari keluarga mampu. Tidak pernah ada kalau dari keluarga dengan ekonomi seperti saya, jadinya tetangga ikut senang,” sambung Ruby.

Saat prosesi wisuda hari ini, Ruby diantar oleh sekitar 60 orang keluarga dan warga kampung. Mereka melakukan perjalanan sekitar tujuh jam ke Yogyakarta untuk ikut menyaksikan salah satu pemuda desanya menjadi sarjana.

“Saya senang dan sangat terharu apalagi warga ke sini patungan untuk menyewa bis. Mereka sampai ada yang menabung supaya bisa melihat saya diwisuda. Semoga nanti semakin banyak sarjana dari kampung saya sehingga bisa lebih maju kedepan,” pungkasnya. (Fxh)