DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 12 Januari 2019 / 01:45 WIB

Bali Bisa Turunkan Angka Kemiskinan Hingga 4 Persen, DIY Bisa?

BALI, KRJOGJA.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Bali dinilai sukses menurunkan angka kemiskinan penduduknya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Persentase angka kemiskinan 4,01 persen pun saat ini disandang Provinsi “Pulau Dewata” tersebut dengan total penduduk miskin 171,76 ribu jiwa. 

Beberapa program dijalankan Pemda Bali untuk menekan angka tersebut diantaranya terbitnya Peraturan Gubernur Bali nomor 99 tahun 2018 tentang pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali, program bedah rumah serta beberapa langkah strategis lain di bidang pendidikan dengan membuat sekolah gratis bagi anak dalam Rumah Tangga Sederhana (RTS). Strategi-strategi tersebut terbilang cukup jitu di mana Bali berhasil memangkas angka kemiskinan terutama bagi wilayah yang belum maksimal terjangkau pariwisata. 

Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Dinas PMD Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan program-program pemberdayaan masyarakat tersebut mulai diterapkan di Bali beberapa tahun terakhir dan terbilang sukses. Namun begitu menurut dia yang tak kalah penting adalah upaya bersama mengubah mindset masyarakat Bali. 

“Masyarakat kita cenderung tidak mau dibilang miskin, tapi kalau mau diberi sesuatu oleh pemerintah semua mendadak miskin. Inilah yang kemudian harus benar-benar diubah. Kami juga berusaha mengubah pola pikir masyarakat,” ungkapnya dalam pertemuan dengan wartawan unit DPRD DIY di kantor Dinas PMD Provinsi Bali Jumat (11/1/2019) siang. 

Pemda Bali menurut dia berusaha memberikan pemahaman pada masyarakat melalui pendekatan budaya dan agama bawasanya menjadikan orang lain miskin adalah sebuah dosa besar. “Kami juga coba menggunakan nilai sosial dalam masyarakat untuk menyampaikan bahwa miskin itu tidak enak, tidak benar dan tidak sesuai ajaran agama. Kesadaran inilah yang kemudian kami terus coba bangun di masyarakat, sembari di sisi lain pemerintah berusaha memaksimalkan program,” sambung dia. 

Angka kemiskinan sendiri saat ini juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemda DIY. Catatan persentase DIY tak begitu baik malah cenderung buruk karena menduduki peringkat empat terbawah di Indonesia dengan 12,13 persen. 

Selama ini DIY seolah berlindung di bawah indeks kebahagiaan masyarakat yang di sisi lain juga menjadi tertinggi di Pulau Jawa. Pemda DIY sendiri kini menargetkan bisa menurunkan persentase kemiskinan menjadi 7 persen pada 2022 mendatang dengan kata lain harus lebih dari 2 persen setiap tahun hingga tiga tahun kedepan. (Fxh)