Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 11 Januari 2019 / 21:30 WIB

Minimalisir Korban DBD, Dinkes Lakukan Fogging

MAGELANG, KRJOGJA.com - Pertengahan musim penghujan, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai muncul kembali. Kali ini, menyerang sejumlah warga di Dusun Gaten dan Manggoran di Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan. Kemudian di Dusun Jelapan, Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, dan Dusun Seneng, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung memberikan Fogging (Insect Control) di sejumlah wilayah tersebut. "Ini sebagai antisipasi saja. Sebelumnya, kami menerima laporan adanya warga yang terkena demam berdarah di empat tempat tersebut," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan melalui, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Sunaryo, Jumat (11/01/2019).

Menurutnya, curah hujan yang sering terjadi akhir-akhir ini juga sangat mempengaruhi perkembangan jentik-jentik nyamuk untuk berkembang dengan cepat. Diwilayah Kabupaten Magelang sendiri, masih ada tempat-tempat atau daerah yang masih dianggap endemik. "Masih ada beberapa Kecamatan yang masih bisa dikatakan endemis, seperti Salam, Muntilan, Mertoyudan, dan Secang. Namun juga tidak menutup kemungkinan ada warga dari daerah lainnya yang bisa terkena DB," jelasnya

Terkait hal tersebut, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan bagi perkembangan nyamuk Aedes Aegypti ini. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat dan membina Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bagi setiap kepala keluarga. "Setiap tahunnya kita selalu rutin untuk memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat. Contohnya seperti program 3M (menguras, menutup, dan mengubur kaleng-kaleng bekas), kemudian program Jumantik, dimana setiap kepala keluarga harus bertanggung jawab untuk paling tidak menjaga kebersihan di rumahnya masing-masing agar bebas dari jentik-jentik nyamuk," lanjutnya.

Menurut Sunaryo, korban terkena DB di wilayah Kabupaten Magelang sendiri telah mengalami penurunan yang sangat signifikan sejak dua tahun belakangan terakhir. Pasalnya, di tahun 2016-2017 pemberian Fogging bisa mencapai lebih dari 50 kali. Namun pada tahun 2018 sudah menurun dan hanya mencapai 28 kali saja. "Untuk tahun 2018 kemarin, hanya ada satu korban meninggal dunia karena DB yakni di wilayah Muntilan. Dan tahun ini kami akan bekerja keras agar tidak ada lagi korban jiwa di wilayah Kabupaten Magelang tentunya," pungkas Sunaryo. (Bag)