Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 11 Januari 2019 / 23:10 WIB

Terlambat, Rekanan Lanjutkan Pembangunan Gedung Setwan Tanpa Bayaran

KLATEN, KRJOGJA.com - Dua rekanan proyek Pemkab Klaten dikenai sanksi, akibat tidak mampu menyelesaikan proyek sampai batas waktu yang ditentukan. Yakni rekanan proyek pembangunan Gedung Sekretariat Dewan, dan rekanan proyek pengurugan calon lokasi pembangunan gedung serbaguna di Buntalan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemkab Klaten, Juwito, Jumat (11/1/2019) mengemukakan, rekanan proyek Gedung Sekwan dikenai sanksi melanjutkan pembangunan fisik yang belum selesai sekitar 3,7 persen. Hingga batas waktu, akhir Desember, gedung Sekwan terselesaikan sebanyak 96, 23 persen.

“Pemborong memilih sanksi untuk menyelesaikan yang 3,7 persen tanpa dibayar. Dia jaga nama baik. Jadi yang dibayar Pemkab hanya pekerjaan yang 96,23 persen saja,” kata Juwito.

Juwito mengakui keterlambatan itu tidak semata kesalahan rekanan, melainkan salah di semua pihak. Dalam artian, waktu antara perencanaan dan fisik barsamaan. “Alur lelang perencanaan dulu, ketemu pemborong perencanaan baru nggarap perencanaan, rampung dokumen baru lelang fisik. Kita dikejar waktu, sampai akhir tahun waktu habis. Pihak pemborong tak sempat lagi hak 50 hari kerja setelah kontrak dengan kita,” jelas Juwito.

Tahap pertama pembangunan konstruksi dengan total anggaran sekitar Rp 5,2 miliar. Untuk tahap selanjtunya dianggarkan apda tahun anggran 2019 dengan totoal anggaran sekitar Rp 6 miliar. Gedung baru tersebut berlokasi di sisi utara gedung lama.(Sit)