Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Jumat, 11 Januari 2019 / 20:50 WIB

Keluar dari Bisnis Konsol, Nintendo Hijrah ke Game Smartphone?

DALAM kurun waktu 30 tahun terakhir, Nintendo dikenal sebagai perusahaan pembesut konsol game kenamaan.

Kendati demikian, Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa menuturkan perusahaan bukannya tidak mungkin keluar dari bisnis konsol.

Pernyataan itu keluar dalam wawancara terbaru yang dilakukan dengan Nikkei. Dikutip dari Tech Spot, Jumat (11/1/2019), Furukawa mengatakan Nintendo sebenarnya tidak terlalu tergantung dengan perangkat konsol.

Menurut Furukawa, Nintendo dapat saja mengubah layanan yang ditawarkan perusahaan tergantung dengan kebutuhan pasar. Terlebih, besar kemungkinan teknologi akan terus berubah.

"Saat ini, kami menawarkan Nintendo Switch beserta software-nya. Itu yang kami tawarkan sebagai 'pengalaman Nintendo'. Namun, kami akan berpikir fleksibel tentang cara kami menawarkan pengalaman tersebut," tuturnya.

Saat ini, Nintendo sudah menjual sekitar 23 juta unit Switch dan diprediksi akan bertambah sekitar 17,3 juta sepanjang tahun ini. Oleh sebab itu, besar kemungkinan keputusan untuk keluar dari bisnis konsol tidak dilakukan dalam waktu dekat.

"Untuk jangka panjang, fokus bisnis kami kemungkinan dapat beralih dari konsol rumah. Sifat luwes sama pentingnya dengan kecerdikan," ujarnya.

Menilik ke belakang, Nintendo memang tidak langsung berdiri sebagai sebuah perusahaan video game.

Saat pertama kali berdiri pada 1889, Nintendo merupakan perusahaan permainan kartu. Perusahaan asal Jepang ini baru beranjak ke industri video game pada pertengahan 1970-an.

Lantas ke mana Nintendo akan berlabuh selanjutnya? Meski belum pasti, Furukawa sudah menaruh ketertarikan besar pada bisnis game smartphone.

Tak segan, dia menyebut bisnis itu merupakan lini yang menjanjikan. Oleh sebab itu, dia mendorong bisnis game mobile sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi Nintendo.(*)