DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 11 Januari 2019 / 14:36 WIB

Truk Pengangkut Hasil Tambang Dilarang Masuk Wates

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Truk pengangkut hasil tambang mulai marak melewati ruas jalan di Kota Wates. Muatan melebihi tonase kemampuan konstruksi jalan, melanggar jalur truk tambang yang telah disiapkan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kulonprogo.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Joko Trihatmono dan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPKP Kulonprogo, Nurcahyo Budi Wibowo yang dikonfirmasi terpisah mengakui beberapa waktu terakhir marak truk pengangkut hasil tambang lewat jalan di Kota Wates. Joko Trihatmono menjelaskan telah memasang rambu-rambu jalur truk pengangkut tambang yang direkomendasikan dari Dinas PUPKP Kulonprogo. Truk pengangkut tambang dilarang melewati jalur dalam kota.

“Petugas Dishub siap menindak tegas truk pengangkut tambang yang melanggar jalur tambang,” ujarnya.

Seperti diketahui beberapa waktu terakhir, banyak truk pengangkut hasil tambang dari arah wilayah Kecamatan Pengasih. Truk melewati Jalan Bhayangkara, Alun-alun Wates dan melewati Teteg Barat. Ada juga yang melalui Teteg Wetan melewati jalan di tengah kota.

“Pengaturan jalur truk pengangkut hasil tambang telah dikoordinasikan dengan instansi terkait dan pihak kepolisian. Petugas siap menindak tegas truk yang melanggar jalur,” jelasnya.

Terpisah, Nurcahyo Budi Wibowo mengharapkan Dishub menegakkan aturan jalur tambang yang sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan Dinas PUPKP Kulonprogo. Dinas PUPKP telah mengatur jalur truk pengangkut hasil tambang tidak melewati jalan di Kota Wates.

Akibat dilewati truk bermuatan melebihi kemampuan konstruksi jalan, menimbulkan kerusakan ruas jalan di kota. “Larangan ini untuk menghindari terjadi kerusakan jalan di kota dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Pada prinsipnya, truk pengangkut hasil tambang dilarang melewati Alun-alun Wates,” ujar Nurcahyo.

Truk bermuatan berat direkomendasikan melewati jalan provinsi dan jalan nasional. Truk membawa keluar hasil tambang dari wilayah Kecamatan Pengasih dari simpang tiga Derwolo ke arah timur (Yogyakarta) melewati Pasar Sentolo ke jalan nasional.

Sedangkan ke arah barat (Temon/Purworejo) dari simpang tiga Derwolo ke arah pertigaan Dayakan menuju ke jalan nasional di simpang tiga Milir, Desa Kedungsari. “Truk juga dilarang melewati jalan Margosari-Kasatrian, karena konstruksi jalan bukan untuk truk bermuatan berat,” jelasnya. (Ras)