DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 11 Januari 2019 / 13:54 WIB

Pande Besi Jodog Tolak Pembuatan Pedang

BANTUL, KRJOGJA.com - Pande besi di Jodog Pandak Bantul menolak pesanan pembuatan senjata tajam jenis pedang dan senjata tajam lainnya yang dikhawatirkan bisa disalahgunakan untuk aksi kriminal. Terutama pada saat jelang musim kampanye dan maraknya aksi klithih seperti saat ini.

Salah seorang pande besi di Karangasem Jodog, Sarjono, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ini dirinya sering kedatangan pemesan yang minta dibuatkan pedang. Tetapi karena pemesan masih usia sekolah atau baru belasan tahun, sehingga pesanan ditolak atau diberikan penawaran harga yang mahal.

”Dengan penawaran harga mahal bahkan tidak wajar, pemesan mengurungkan niatnya untuk dibuatkan pedang,” akunya.

Sarjono menambahkan, selain menolak pembuatan pedang juga memberikan nasihat kepada pemesan yang masih usia remaja, agar tidak membuat pedang. Menurutnya, selama ini dirinya selalu hati-hati kalau ada pemesan yang minta dibuatkan pedang, jika pemesannya mencurigakan, pesanan pasti ditolak.

Dengan penolakan pesanan pembuatan senjata tajam setidaknya dirinya telah mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata tajam untuk aksi kejahatan. ”Kami memang senang usaha kami laku dengan banyak langganan dan pesanan, tetapi kalau ada pesanan pembuatan pedang dan yang memesan masih remaja, kami harus pikir-pikir,” tegas Sarjono.

Tetapi jika pemesannya sudah usia dewasa dan benar-benar tidak untuk kejahatan, maka pesanan tetap dilayani. Pesanan pembuatan pedang pada umumnya hanya untuk hiasan dan pedangnya tidak tajam. Pemesan pedang untuk hiasan ada juga dari anggota Polri. (Jdm)