Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 11 Januari 2019 / 13:34 WIB

Terbebani Pajak, Purworejo Sepi APK

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Beban pajak dinilai menjadi penyebab sepinya alat peraga kampanye (AKP) di wilayah Kabupaten Purworejo. Bahkan di wilayah perkotaan, nyaris hanya ada beberapa APK calon anggota DPRD yang terlihat terpasang di tempat umum. Bahkan untuk calon presiden dan wakil presiden (Capres) sama sekali tidak terlihat.

“Memang berbeda dengan daerah lain yang cukup marak APK, baik calon anggota legislatif maupun capres. Di Purworejo terkesan sepi,” kata Ketua Bawaslu Purworworejo Nur Kholiq, Jumat (11/01/2018).

Karena beban itulahmenurut Nur Kholiq, sangat mungkin banyak calon anggota legislatif maupun tim sukses (timses) capres yang memilih menemui masyarakat langsung melalui forum-forum hingga tingkat RT. Disamping itu juga memasang AKP di tempat lain yang tidak terkena pajak seperti di angkutan umum. “Namun karena sesuai Peraturan Bawaslu tidak diperkenankan, maka APK yang dipasang di angkutan itu kami tertibkan,” jelasnya.

Kepala Bidan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah  (BPPKAD) Purworejo Dra Woro Widyawati dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Purworejo Widyo Prayitno SH.

yang dihubungi secara terpisah mengakui, bahwa APK sama kedudukannya dengan iklan komersial. Ini sudah diatur dalam Perda No 3 Tahun 2017 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati (Perbub) No 104 Tahun 2017. “Dalam perda mengamanatkan tentang itu,” kata Widyo Prayitno. (Nar)