Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 11 Januari 2019 / 10:09 WIB

Dubes Tiongkok Klarifikasi Kasus Muslim Uighur

SEMARANG, KRJOGJA.com - Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian menegaskan kasus muslim Uighur di Provinsi Xinjiang yang menjadi sorotan internasional, bukan masalah agama. Namun dipicu persoalan politik akibat segelintir orang Uighur menggunakan kekerasan dan terorisme untuk melepaskan diri dari pemerintah yang sah.

"'Kami sudah sampaikan kepada tokoh muslim sedunia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, kami bersahabat dengan muslim. Ini bukan masalah agama tapi kedamaian negara yang dirusak oleh perilaku kekerasan, terorisme, dan sparatisme,'' tegasnya saat dialog dengan sejumlah ulama dan tokoh perguruan tinggi, di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (10/1/2019).

Ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA menjelaskan, kerja sama Tiongkok-Indonesia khususnya MAJT sudah berlangsung lama, terutama di bidang pendidikan.

“Angkatan pertama, kami mengirimkan 10 orang dan sudah bergelar master (S2) dari Tiongkok. Gelombang dua sebanyak 7 orang. Semoga segera disusul jumlah yang lebih banyak,'' katanya.

Kerjasama melebar ke Unwahas, menandatangani kerja sama dengan Beijing Language Culture University (BLCU). Mantan Rektor Unwahas ini menilai kehadiran Dubes Tiongkok sangat tepat, terkait isu muslim Uighur Xinjiang. "Kita jadi tahu dan mendengar langsung sebenarnya apa yang terjadi di Xinjiang. Kami malah berencana mengunjungi Xinjiang,'' tegas anggota DPR RI itu. (Isi)