Olahraga Editor : Danar Widiyanto Jumat, 11 Januari 2019 / 02:10 WIB

PSSI Sudah Sepatutnya Berterimakasih Pada Kepolisian

JAKARTA, KRJOGJA.com – PSSI disarankan berterima kasih kepada pihak kepolisian. Sebab, dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola justru meringankan pekerjaan PSSI untuk membereskan penyakit-penyakit di tubuhnya.

Baru beberapa hari dibentuk, Satgas berhasil menangkap para petinggi PSSI. Mulai dari anggota Komite Eksekutif (Exco) hingga anggota Komite Disiplin (Komdis). Selain itu, Satgas juga menangkap oknum wasit.

Satgas terus bergerak dan siap menangkap petinggi PSSI lainnya yang diduga terlibat dalam kasus match fixing. Aksi ‘bersih-bersih’ sepak bola yang dilakukan oleh kepolisian ini, mendapat acungan jempol dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur.

“Seharusnya ini menjadi kewajiban PSSI pada tingkatannya masing-masing,” ucap Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh.

“Sekarang kepolisian hadir dengan Satgas. PSSI harus berterima kasih karena kerja PSSI dibantu oleh Satgas. Kita harus mendukung Satgas karena tujuannya untuk perbaikan sepak bola,” sebut pria asal Sidoarjo ini.

Riyadh menegaskan, Satgas harus bergerilya untuk membersihkan para pelaku kecurangan di sepak bola Indonesia sampai ke akar-akarnya. Menurutnya, semua harus diusut sampai tuntas.

“Karena semua terlibat. Kalau sudah bersih, PSSI harus berterima kasih ke Satgas,” imbuhnya.

Riyadh menambahkan, PSSI Jatim sangat terbuka dengan Satgas Anti Mafia Bola. Bahkan, beberapa waktu lalu tim dari Satgas mendatangi kantor PSSI Jatim untuk meminta data.

“Tak masalah. Justru akan kami dukung. Apa yang mereka perlukan akan kami dukung. Jika ada anggota kami yang terbukti terlibat, harus ditindak. Sebab, sekarang sudah eranya untuk diperbaiki,” tutup Riyadh. (*)