Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 10 Januari 2019 / 18:50 WIB

Buntut Ricuh di Rutan Surakarta, 6 Napi Kriminal Dipindah

SOLO, KRJOGJA.com - Diduga salah faham sempat terjadi kericuhan antara tahanan kelompok Laskar Islam dengan nara pidana (Napi ) Kriminal Biasa (Blok C1) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta yang terletak di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Kamis (10/1/2019). Setelah sempat terjadi aksi saling lempar batu, dua kelompok tahanan berhasil dilerai oleh Wakapolresta Solo AKBP Andi Rifai dan Dandim 0735/Solo Letkol Inf Ali Achwan serta ratusan pasukan pengendali massa (Dalmas) Polresta Solo. 

Awal kericuhan  bermula dari jam besuk tahanan, sekitar pukul 10.00 WIB sebanyak 20 orang  laskar Islam tiba ke Rutan Kelas I Surakarta untuk membesuk tahanan dari kelompok Laskar. Para pembesuk dari kelompok laskar dibagi per kelompok lima orang dengan waktu sekitar 20 menit untuk menemui tahanan laskar di Aula Rutan Surakarta. Kelompok pertama kunjungan berjalan dengan aman.

Namun pada saat kloter kedua dan pembesuk kelompok laskar akan pulang, mereka meneriakkan takbir. Teriakan Takbir dari kelompok laskar dibalas suara 'Guk-guk' dari tahanan Blok C1 (Napi kriminal) kelompok Agus Ardiansyah alias Bebek (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian), Ucok Devran Devries (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian) dan Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet (Kasus 170 KUHP/penganiayaan) yang sebelumnya pernah terjadi keributan antara kedua belah pihak, sehingga membuat anggota laskar emosi selanjutnya mendatangi Napi Blok C1 yang lantas dilempari batu oleh mereka dan kelompok laskar membalas lemparan tersebut sehingga terjadi aksi saling lempar batu. Petugas Rutan yang mengantisipasi terjadinya kerusuhan, langsung menyuruh para pembesuk laskar agar keluar dari Rutan.

Sementara tahanan dari kelompok laskar juga dipindahkan ke Ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Surakarta. Namun sejumlah Napi Kriminal berupaya merangsek hingga berhasil menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B.

Polisi yang dipimpin Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai bersama ratusan pasukan Dalmas Polresta Solo tiba di Rutan Klas I Surakarta dan langsung berupaya melerai dua kelompok yang bertikai di dalam Rutan. Komandan Kodim (Dandim) 0735/Solo Letkol Inf Ali Achwan bersama personil TNI juga ikut memperkuat polisi untuk melerai kericuhan.

Namun di luar bangunan Rutan muncul sekitar 150 orang laskar berdatangan sambil berteriak-teriak minta salah seorang napi bernama Iwan Walet agar diserahkan ke kelompok laskar untuk diadili .
Pihak polisi dan TNI dibantu pimpinan laskar yang sering disebut Tim advokasi Reaksi cepat (TARC) pimpinan Endro Sudarsono dan Hari Dwi Utomo kemudian berupaya menenangkan massa. Setelah dilakukan negosiasi dan perundingan, akhirnya massa ratusan laskar Islam yang semula ngotot bertahan di depan pintu Rutan akhirnya mau mundur dan membubarkan diri.

Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai mengatakan untuk menjaga situasi kondusif di dalam Rutan enam orang tahanan kriminal diantaranya Iwan Walet dipindahkan ke Semarang naik Baracuda. "Ya kita pindahkan 6 orang tahanan kriminal ke tempat yang aman, biar situasi di dalam Rutan kondusif," papar Wakapolresta AKBP Andy Rifai.(Hwa)