DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 10 Januari 2019 / 13:42 WIB

Keren! UIN Suka Pertahankan Nilai A Akreditasi Institusi

YOGYA, KRJOGJA.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil mempertahankan  akreditasi institusi dengan nilai A (skore 372) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN–PT) setelah melewati proses visitasi dari lima assesor yang sudah dilakukan pada pertengahan Desember 2018 lalu. Penetapan akreditasi institusi dengan nilai A tersebut berdasar sertifikat akreditasi pada Surat Keputusan BAN–PT Nomor 464/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 yang berlaku lima tahun sejak 20 Desember 2018 hingga 20 Desember 2023.

Berdasar prestasi akademik yang diperoleh tersebut, keluarga besar UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan tasyakuran dihadiri civitas akademika, meliputi rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, dosen, tenaga kependidikan, kepala lembaga, UPT, pusat studi, pejabat struktural dan perwakilan mahasiswa di Lantai 2 Gedung Prof RHA Soenarjo SH, Selasa (8/1) sore. Acara diawali penyerahan sertifikat akreditasi A yang telah diterima dari Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga  Dr Muhammad Fakhri Husein SE MSi kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hasil Audit Mutu Internal (AMI) periode XV.

"Hasil ini diperoleh dengan kerja keras melibatkan semua unsur civitas akademika. Jadi prestasi ini hasil kerja bersama, prestasi bersama dan jawaban dari Allah SWT atas doa-doa yang selalu dipanjatkan untuk kemajuan UIN Sunan Kalijaga," ucap Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi. Dengan skore 372 pada penilaian akreditasi institusi yang kedua kalinya ini, artinya UIN Sunan Kalijaga berhasil meningkatkan skore akreditasi. Sebelumnya pada penilaian akreditasi institusi yang pertama, UIN Sunan Kalijaga juga meraih Akreditasi A dengan skore 361.

Peningkatan tersebut memberi bukti konkrit bahwa UIN Sunan Kalijaga sudah dapat disejajarkan dengan ITB menurut ukuran BAN-PT. Sebab akreditasi institusi dan skore yang dicapai ITB sama dengan yang dicapai UIN Sunan Kalijaga. Keduanya hanya berbeda nuansa pengembangan keilmuannya.

"Kalau ITB murni eksperimental science sedang UIN Sunan Kalijaga studi keislaman, sosial dan humanities dengan warna eksperimental sciencenya juga," jelas Prof Yudian. Pihaknya berharap dengan akreditasi A maksimum menjadi pemacu semakin produktifnya karya-karya akademik studi Doktor dan Pasca Doktor. Hal itu sebagai karya integratif-interkonektif keilmuan dengan pijakan pemikiran utamanya Alquran dan Hadits. "Segera melahirkan banyak profesor muda dari kampus UIN Sunan Kalijaga yang mampu memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa, negara hingga masyarakat dunia menuju peradaban dunia yang semakin baik," tegas Prof Yudian. (Feb)